Awan Mendung dan Gerimis Iringi Pemakaman KH R Najib Abdul Qadir Krapyak

Kastolani Marzuki
Muazziyin mendoakan almarhum almaghfurlah KH R Najib Abdul Qadir, pengasuh Pondok pesantren Al Munawwir Krapyak yang dimakamkan Selasa (5/1/2021) sore. (Foto: ist/NU Channel)

JAKARTA, iNews.id – Awan mendung dan gerimis mengiringi prosesi pemakaman KH Raden Muhammad Najib Abdul Qadir, Pengasuh Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Kabupaten Bantul, DIY, Selasa (5/1/2021) sore sekitar pukul 14.00 WIB. Jenazah Rais Syuriah PBNU itu dimakamkan di kompleks makam keluarga Dongkelan, Bantul.

Dari video yang diunggah NU Channel, tampak ribuan muazziyin atau pelayat baik dari kalangan santri, warga dan sejumlah tokoh agama serta pejabat mengikuti proses pemakaman KH R Najib Abdul Qadir. Sebelum dimakamkan, KH R Najib Abdul Qadir disalatkan di masjid kompleks Pesantran Al Munawwir, Krapyak.

Prosesi pemakaman KH R Najib Abdul Qadir mendapat penjagaan ketat dari Banser. Hal itu untuk memastikan penerapan protokol kesehatan agar para pentakziah tidak saling berdesak-desakan.

Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya saat melepas jenazah KH Raden Najib Abdul Qadir meminta kepada keluarga dan para santri untuk terus menghidupkan ilmu Alquran yang telah diwariskan KH Najib.

“Kami semua mengucapkan ndereaken sugeng tindak syaikhina KH Raden Muhammad Najib Abdul Qadir. Kami yakin, haqqul yaqin ini adalah waktu yang sudah berpuluh-puluh tahun beliau tunggu-tunggu. Sejak 20 tahun lalu, ketika beliau berkhidmat kepada Alquran untuk mempersembahkan seluruh hidup beliau kepada Alquran, inilah waktunya beliau mengunduh buah perjuangan berkhidmat kepada Alquran. Kami mengajak kepada keluarga, santri dan seluruh keluarga NU untuk tidak berkecil hati dan terus menghidupkan ilmu beliau yang ditinggalkan untuk kita semua,” kata Gus Staquf.

Sementara itu, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, badan otonom, pondok pesantren di semua tingkatkan untuk melaksanakan shalat ghaib serta pembacaan Yasin dan tahlil untuk almarhum almaghfurlah KH R Najib Abdul Qadir.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Putusan Rapat Konsultasi Syuriyah-Mustasyar PBNU Final, Mengikat secara Konstitusional

57 tahun lalu

Siap Jalankan Islah, Gus Yahya Tegaskan Taslim pada Keputusan Mustasyar PBNU

57 tahun lalu

Ketum PBNU Apresiasi Strategi Pemerintah Tangani Dampak Bencana di Sumatera

57 tahun lalu

Kukuhkan Gus Kikin, Gus Yahya Ingatkan Posisi NU sebagai Pemangku Kewenangan Keagamaan

57 tahun lalu

Gus Yahya Dapat Gelar Doktor Honoris Causa, Ini Kata Rektor UIN Sunan Kali Jaga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal