BATUBARA - Sejumlah siswi salah satu Sekolah Dasar (SD) negeri di Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolahnya. Peristiwa tersebut membuat para siswi sampai saat ini trauma dan takut bersekolah.
Kasus dugaan pelecehan seksual ini terungkap, berawal dari pengakuan salah seorang korban berinisial EL, pelajar kelas 4. Kepada orang tuanya, korban menceritakan aksi pencabulan yang dilakukan kepala sekolahnya berinisial AN kepadanya.
Tindakan asusila itu dilakukan AN ketika para siswa tengah mengikuti kegiatan pramuka di sekolah. Saat itu lah, EL terjatuh. AN menawarkan diri membantu, tapi dia malah berulang kali meraba bagian kemaluan korban. Setelah itu, dia juga meminta EL beristirahat di bawah pohon mangga. EL yang sudah ketakutan pada AN, menolak.
“Bapak itu menyuruh aku duduk ke pohon mangga. Katanya, nanti aku kusuk (pijat), tapi aku nggak mau. Aku takut,” kata EL saat ditemui di rumahnya didampingi ibunya, Rabu (25/10/2017).
Akibat perbuatan AN, korban merasa trauma dan takut ke sekolah. Hingga Rabu (25/10/2017), dia tidak mau ke sekolah karena takut bertemu dengan AN. “Sudah tiga hari aku nggak sekolah, takut sama bapak kepala sekolah itu,” ujarnya.
Mendengar cerita putrinya, orang tua korban langsung menemui pihak komite sekolah yang selanjutnya mempertemukan orang tua korban dengan kepala sekolah. Awalnya, AN terlihat berupaya mengelak dari tuduhan para siswinya yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual.
Dalam pertemuan itu terungkap tidak hanya EL yang menjadi korban pencabulan AN. Ada tiga siswi lain yang mengaku mendapatkan perlakuan serupa dari kepala sekolah itu, yakni AS, TP, dan TR. Akhirnya AN meminta kepada keluarga korban agar kasus pencabulan anak tersebut dapat diselesaikan melalui proses perdamaian secara kekeluargaan.
Sementara AN tidak bisa dikonfirmasi terkait pengaduan para siswinya. AN tidak ada di kantornya. Menurut para guru di sekolah tersebut, pascapengaduan para siswi korban pelecehan seksual, AN belum terlihat masuk kerja. Telepon selulernya juga tidak aktif.