Perusahaan Pengerukan Pasir di Deliserdang Harus Berhenti Beroperasi

Antara
Ilustrasi abrasi. (Foto: dok okezone)

MEDAN, iNews.id - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara (Sumut) mengingkatkan perusahaan pengerukan pasir di daerah perairan Kabupaten Deliserdang untuk menghentikan aktivitasnya, karena dapat menimbulkan abrasi.

Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Tarigan mengatakan pengambilan pasir di dasar laut perairan Hamparan Perak, Percut, dan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, harus segera dihentikan. Jika pengambilan pasir tersebut terus dibiarkan, maka akan terjadi bencana alam berupa abrasi.

"Rumah -rumah penduduk yang berada di pinggiran laut atau pantai daerah Kabupaten Deliserdang akan terkena abrasi, dan hal tersebut harus dapat diantisipasi sehingga tidak terjadi peristiwa fenomena alam itu," ujar Dana, Rabu (13/12/2017).

Dana mengungkapkan, para nelayan dan elemen masyarakat Deliserdang, sudah berapa kali menyampaikan aspirasi mereka ke kantor Gubernur Sumut maupun Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut agar pengerukan pasir itu, dihentikan dan tidak dilanjutkan lagi.

Namun, kenyataanya pengambilan pasir secara besar-besaran masih saja berlangsung dengan menggunakan kapal keruk. "Kapal keruk tersebut, juga telah merusak alat tangkap jaring dan rumpon yang dipasang nelayan tradisional di perairan Deliserdang," ucapnya.

Dia menyebutkan, aktivitas kapal keruk tersebut, juga telah merugikan pendapatan nelayan kecil yang mencari ikan. Bahkan, nelayan tradisional tersebut, juga tidak memperoleh hasil tangkapan ikan.Ini jelas mematikan mata pencariaan dan kehidupan nelayan yang bergantung dari menangkap ikan tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, dan BLH Provinsi Sumut yang dianggap bertanggung jawab, dalam menghentikan pengambilan pasir di tengah laut. "Pengerukan pasir tersebut, juga merusak alam dan sumber hayati yang terdapat di dasar laut," kata Pemerhati Lingkungan itu.

Editor : Muhammad Saiful Hadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Ungkap Tanggul Laut 535 Km Segera Dibangun di Pantura Jawa

57 tahun lalu

Miris, Sejumlah Rumah Warga Menggantung di Atas Sungai Catak Banteng akibat Abrasi

57 tahun lalu

Masuk Musim Penghujan, BPBD Bangka Barat Catat Ada 30 Titik Rawan Bencana

57 tahun lalu

Garis Pantai Terancam Erosi, Pegadaian Tanam 10.000 Pohon Mangrove di Cirebon

57 tahun lalu

Dilanda Abrasi, Kawasan Wisata Pantai Trisik Kulonprogo akan Ditata Ulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal