TNI AL Bongkar Jalur Perdagangan Gelap Benih Lobster di Banyuasin Sumsel

Era Neizma Wedya
Lanal Palembang gagalkan penyelundupan benih lobster dari Banyuasin. (Foto: ist)

BANYUASIN, iNews,id - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang mengagalkan pengiriman 55.00 ekor benur atau benih lobster di Banyuasian, Sumsel. Benur senilai sekitar Rp8 miliar tersebut berasal dari Lampung dan akan dikirim ke Singapura setelah transit di pelabuhan tidak resmi Banyuasin.

Danlanal Palembang Kolonel Laut (P), Filda Malari mengatakan, keberhasilan ini berkat kesigapan Tim F1QR (Fleet One Quick Response) Lanal Palembang yang berhasil menangkap dua terduga pelaku asal Kabupaten Banyuasin beserta barang bukti 12 boks benur dan satu unit kendaraan. “Dua pelaku berhasil kita tangkap berserta barang bukti baby lobster yang masih dalam boks,” katanya, Sabtu (7/8/2021).

Adapun jenis benur yang diamankan pihaknya yang terdiri dari  jenis pasir sebanyak 54.832 ekor dan jenis mutiara sejumlah 200 ekor dengan total 55.032 ekor. "Total semuanya 55.032 ekor benih lobster yang ditaksir dengan nominal lebih dari Rp8 miliar,” katanya. 

Dijelaskan Filda kronologi penangkapan ini bermula pada Minggu 2 Agustus 2021 anggota Pas Intel Lanal Palembang mendapatkan kabar bakal ada penyelundupan Benur di Muara Sungsang, Banyuasin. Setelah mendapatkan informasi tersebut, kemudian Pas Intel Danlanal Palembang bergerak membentuk tiga tim untuk melakukan penyelidikan, penyekatan dan pengintaian. Lalu, pada Rabu (4/8/2021) pihaknya berhasil menangkap para pelaku dan mengagalkan penyelundupan baby lobster tersebut.

"Lima  box Benur berada di dalam mobil yang akan dibawa ke dalam speed. Sementara 7 box lainnya kita temukan di pinggir sungai," ujarnya.

Hasil keterangan diketahui Benur tersebut berasal dari Lampung lalu singgah ke Banyuasin. Selanjutnya, Benur tersebut direncanakan akan dilakukan pertemuan alias COD di Hulu Sungai Muara Sungsang. Rencananya,  55.032 Benur itu akan dibawa ke Singapura. "Waktu digrebek kita hanya berhasil amankan kurirnya tak ada oknum pengepulnya. Rencananya barang ini akan dibawa ke Singapura," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Puncak Kemarau di Sumsel Masih Ada Hujan, Begini Penjelasan BMKG

57 tahun lalu

2.311 Orang Meninggal akibat Covid-19 di Sumsel Didominasi Usia 55-69 Tahun

57 tahun lalu

BMKG Memprakirakan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sumsel

57 tahun lalu

Karhutla di Ogan Ilir Mengkhawatirkan, Ini Reaksi Pemprov Sumsel

57 tahun lalu

Mengkhawatirkan, Kasus Kematian akibat Covid-19 Sumsel Kalahkan Jakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal