Ratusan Titik Api Terpantau, BRIN Semai Garam di Langit Sumsel

Antara
Penyemaian garam di langit Sumsel mulai dilakukan untuk membasahi lahan gambut yang mudah terbakar. (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai melakukan program Teknologi Modifikasi Cuara (TMC) dengan menyemai sebanyak 800 kilogram garam di udara wilayah Provinsi Sumsel dan Jambi. Penyemaian untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), karena titik api pada Mei 2022 terpantau meningkat. 

Koordinator Lapangan TMC BRIN wilayah Sumsel-Jambi Tukiyat, mengatakan program TMC ini berlangsung hingga 15 hari ke depan sebagai upaya karhutla. Ia menjelaskan, garam diangkut menggunakan pesawat Cassa bekerja sama dengan TNI AU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk disemaikan ke udara dalam TMC pencegahan karhutlah 2022 ini.

"Sebelum penyemaian, petugas tim TMC terlebih dahulu memonitor kondisi cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengamati potensi keberadaan awan hujan atau cumulonimbus. Pada prosesnya garam disemaikan ke awan hujan di ketinggian sekitar 13.000 kaki di udara," ujarnya di Palembang, Selasa (24/5/2022).

Dari penyemaian itu diharapkan awan hujan dapat semakin menggumpal dan membesar yang bergabung dengan awan lain hingga menurunkan hujan yang membasahi lahan-lahan gambut dan hutan. “Berdasarkan hasil survei sejak 10 tahun terakhir program TMC ini mampu menambah intensitas hujan sekitar 15 hingga 35 persen dari normal,” katanya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah mengatakan program TMC sangat dibutuhkan untuk membasahi lahan gambut yang sangat luas di Sumsel, untuk meminimalisasi potensi kebakaran seiring memasuki musik kemarau.

BPBD Sumsel mencatat pada Mei 2022 sudah ada 316 titik panas, jumlah itu memperlihatkan peningkatan sebab di bulan yang sama tahun 2021 terpantau sebanyak 139 titik panas.

“Hal ini merupakan sinyal kenaikan titik panas pada bulan Mei, Juni, dan Juli dan puncaknya pada Agustus-September mendatang. Selain TMC kami pun sudah menyiagakan semua personel pemadaman di darat untuk memitigasi Karhutla tahun ini di setiap wilayah,” katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG: Sejumlah Wilayah Sumsel Berpotensi Hujan 

57 tahun lalu

684 Desa di Sumsel Blank Spot, Belum Terjangkau Internet

57 tahun lalu

Terungkap, Ribuan Hewan Ternak di Sumsel Terdampak Penyakit Mulut dan Kuku

57 tahun lalu

Sumsel Revitalisasi Kawasan Makam Raja Zaman Kerajaan Sriwijata di Bukit Siguntang

57 tahun lalu

Termasuk Sumsel, Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak Tersebar di 15 Provinsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal