Mengerikan, Rumah Sakit di Afghanistan Dipenuhi Anak-Anak Kekurangan Gizi

Dominique Hilvy Febiani
Anggota Taliban berdiri di jalan dengan menenteng senjata. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kondisi di Afghanistan setelah Taliban berkuasa masih mengkhawatirkan. Jutaan warga menghadapi ancaman kelaparan dan fasilitas kesehatan dipenuhi anak-anak kekurangan gizi. 

Hal ini diungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menyampaikan hasil data yang dikumpulkan Under-Secretary-General on Humanitarian Affairs and Emergency Relief Coordinator (UNOCHA), Martin Griffiths. 

Selain itu, 70 persen guru tidak mendapatkan gaji dan jutaan anak dikhawatirkan tidak dapat sekolah. Hal ini diungkapkan Retno saat melakukan pertemuan Extra Ordinary para Menlu OKI di Islamabad, Pakistan, Sabtu (18/12/2021). 

Dalam rangkaian pertemuan tersebut Menlu Retno mengangkat sejumlah isu terkait Afghanistan, terutama situasi kemanusiaan di Negara Asia Selatan itu. “OKI memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil langkah konkrit membantu rakyat Afghanistan. Situasi kemanusiaan di Afghanistan semakin memburuk,” kata Retno dalam press briefing Pertemuan Luar Biasa Menlu OKI Islamabad (19/12/2021).

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengatakan, terdapat tiga peran OKI untuk membantu mewujudkan Afghanistan yang damai dan stabil. Pertama, OKI berperan sebagai jembatan dengan negara donor untuk mendistribusikan bantuan bagi rakyat Afghanistan. “Roadmap bantuan kemanusiaan dan pengaliran kebutuhan keuangan,” ujarnya.

Kedua, OKI harus dapat memobilisasi dukungan dan resources untuk tangani krisis kemanusiaan di Afghanistan. Retno menyampaikan bahwa Indonesia sudah siap untuk berkontribusi untuk pendistribusian bantuan di Afghanistan. “Indonesia saat ini sedang siapkan bantuan makanan, berkoordinasi dengan badan PBB yang berada di lapangan,” ucapnya. 

Ketiga, ia mengatakan pentingnya membuat satu roadmap mengenai upaya untuk memenuhi komitmen Taliban untuk membentuk pemerintah yang inklusif, menghormati HAM termasuk hak perempuan, tidak menjadikan Afghanistan sebagai tempat breeding dan training bagi terorisme.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jelang Libur Nataru, TPID Sumsel Jaga Kelancaran Pasokan Sembako

57 tahun lalu

Jelang Natal, Polda Sumsel Tangkap 40 Tersangka Narkoba

57 tahun lalu

Sumsel Buang Ribuan Vaksin Moderna dan Pfizer karena Rusak

57 tahun lalu

Mutasi Polri, Kabidpropam Polda Sumsel Dijabat Kombes Pol Agus Halimudin

57 tahun lalu

Pastikan Pasokan Listrik Nataru Aman, PLN Siapkan Puluhan Gardu Bergerak di Sumsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal