PALEMBANG, iNews.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) akan memperbanyak kamera perangkap untuk mengidentifikasi keberadaan harimau. Terutama di lokasi-lokasi yang rawan serangan harimau.
"Secara keseluruhan posisi harimau di lokasi-lokasi serangan belum teridentifikasi penuh, kami hanya mengindikasikan bahwa wilayah-wilayah itu masuk jelajah harimau, sebab jika serangan terjadi di hutan lindung itu wewenang KPH, BKSDA wewenanganya wilayah konservasi," kata Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan, Sabtu (28/12/2019) seperti dikutip dari Antara.
Ada enam kamera yang diletakkan di enam lokasi. BKSDA bekerja sama dengan pegiat konservasi harimau dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
BKSDA Sumsel mencatata ada dua serangan dalam dalam dua bulan terakhir. Serangan harimau pertama terjadi di Tugu Rimau Gunung Dempo pada 16 November 2019 yang mengakibatkan seorang wisatawan bernama Irfan (19) terluka. Serangan kedua pada 17 November 2019 di Desa Pulau Panas Kabupaten Lahat yang mengakibatkan seorang petani bernama Kuswanto (58) tewas.
Lalu ada serangan ketiga pada 2 Desember 2019 di Desa Rimba Candi Kota Pagaralam mengakibatkan seorang petani terluka. Warga sempat melihat anak harimau di lokasi.