Mengunjungi Air Terjun Bayang Sani di Pesisir Selatan, Konon Jadi Pemandian Noni Belanda

Budi Sunandar
Salah seorang wisatawan berselfie di bawah Air Terjun Bayang Sani di Pesisir Selatan. (foto: iNews.id/ Budi Sunandar)

PESISIR SELATAN, iNews.id - Berkunjung ke Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat jangan lupa untuk menikmati keindahan alam berupa Air Terjun Bayang Sani. Konon air terjun setinggi 80 meter ini menjadi tempat pemandian noni atau gadis Belanda.

Destinasi wisata ini berada di Nagari Koto Batu, Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan. Lokasinya berjarak 60 kilometer dari Kota Padang. Untuk menuju ke lokasi ini, wisatawan bakal disuguhi dengan keindahan alamnya yang indah di kawasan Mandeh.

Objek wisata air terjun Bayang Sani, memiliki ketinggian 80 meter dengan lebar 50 meter. Airnya yang putih bersih dan cukup deras akan memukau setiap pengunjung yang datang. Apalagi saat musim penghujan, dengan debit air yang lebih deras menjadikan pemandangan lebih menarik. 

Air terjun ini memiliki tiga tingkatan yang menjadikan pemandangan alam yang indah. Karena lokasinya yang masih alami dan menarik, tempat ini dulunya menjadi pemandian para gadis Belanda pada zaman penjajahan. 

“Ini sangat menarik, air terjunnya sangat tinggi. Indah sekali,” kata Kisya, salah seorang wisatawan. 
  
Tak pelak objek wisata ini banyak diburu wisatawan. Bahkan destinasi ini menjadi objek wisata unggulan yang menjadi primadona bagi wisatawan yang datang ke Pesisir Selatan. 

Destinasi ini dikelola oleh masyarakat setempat. Pengunjung hanya ditarik biaya retribusi senilai Rp5.000 yang sangat murah.   

“Tiket masuknya sangat murah dan tempatnya sangat menarik untuk foto selfie,” katanya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pria Bakar Penginapan di Oi Wobo NTB Ditangkap, Polisi Dalami Motif Pelaku

57 tahun lalu

Tragis! Pelajar di NTT Tewas di Air Terjun Boti, Diduga Jatuh Terpeleset dari Tebing

57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal