JAKARTA, iNews.id -Gempa bumi magnitudo 6,0 yang mengguncang Bengkulu Rabu (19/8/2020). Gempa itu disebut juga dengan gempa kembar atau Doublet Earthquake yang terjadi di Segmen Megathrust Mentawai-Pagai.
"Gempa kembar ini terjadi dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, dengan dislokasi atau patahan batuan yang terjadi pada bidang kontak antarlempeng tepatnya pada Segmen Megathrust Mentawai-Pagai dengan mekanisme sumber sesar naik (thrust fault)," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono lewat keterangan resminya, Rabu (19/8/2020).
Daryono menambahkan, patut disyukuri bahwa gempa kembar tersebut berkekuatan magnitudo 6,6 dan 6,7 sehingga hasil pemodelan tidak berpotensi tsunami.
"Umumnya gempa dengan mekanisme sumber sesar naik dengan kedalaman dangkal jika kekuatannya di atas magnitudo 7,0 dapat berpotensi tsunami," kata dia.
Untuk diketahui, Doublet Earthquake adalah peristiwa dua gempa yang magnitudo atau kekuatannya hampir sama dan terjadi dalam waktu dan lokasi yang relatif berdekatan.