Fenomena Equinox Masih Berlangsung di Kota Padang dan Sekitarnya

Antara
Seorang pekerja mengeringkan sabut kelapa kualitas ekspor di Nagari Kuranji Hilir, Kabupaten Padangpariaman, Sumatra Barat, Selasa (27/3/2018). Produksi sabut kelapa yang dijual Rp2.350 per kilogram itu terkendala hujan seiring masih berlangsungnya f

PADANG, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mingangkabau menyatakan, fenomena equinox masih dirasakan di beberapa wilayah di Sumatera Barat (Sumbar). Menurut BMKG, angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Sumbar beberapa waktu belakangan merupakan bagian dari fenomena equinox.

"Fenomena equinox masih terjadi hingga awal April 2018. Hal ini ditandai terik di siang hari dan hujan saat sore dan malam hari," kata Adi Nugraha, Staf Analisis dan Informasi Cuaca BMKG Minangkabau,  di Padang, sebagaimana dilansir dari Antara, Sabtu (31/3/2018).

Saat ini, angin berkekuatan sedang dengan kecepatan 30 hingga 35 kilometer per jam melanda sejumlah kawasan di Sumbar. Di antaranya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman, Kecamatan Lubuk Begalung, Kecamatan Kuranji, dan Kecamatan Nanggalo. Selain itu pada sore dan malam hari akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan yang terdampak fenomena ini.

"Kondisi angin ini belum mengganggu penerbangan di bandara. Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada apabila akan beraktivitas di luar rumah," ujar dia.

Sebelumnya Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping, Budi Samiadji mengatakan, fenomena equinox adalah salah satu fenomena astronomi saat matahari melintasi garis khatulistiwa. Peristiwa ini secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada Maret dan September.

Fenomena tersebut, tambah dia, mempengaruhi penguapan sehingga mengakibatkan hujan dengan intensitas yang cukup ekstrem. Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat agar mewaspadai bencana yang berpotensi terjadi seperti banjir dan longsor.

Pihaknya juga telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di wilayah Kepulauan Mentawai di Siberut, Padang Pariaman di Kayu Tanam, Sicincin, Pauh Kambar, dan Lubuk Alung.

Selain itu, fenomena serupa juga bisa terjadi di Kota Padang di Koto Tangah, Padang Utara, Padang Barat, Padang Selatan, kemudian Pesisir Selatan di Tarusan, Painan, Batang Kapas, dan Air Haji. "Serta dapat meluas ke wilayah Padang Panjang, dan sekitarnya," ujar dia.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

1.163 Gempa Susulan Guncang Sigi Sulteng, BMKG Imbau Warga Waspada

57 tahun lalu

Update Gempa M 4,7 Guncang Padang Sumbar, Getaran Dirasakan Kuat 8 Daerah

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Sigi Sulteng, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 3,9 Guncang Gayo Lues Aceh, Titik Pusat di Darat

57 tahun lalu

BMKG: 804 Gempa Susulan Guncang Sigi Sulteng Dipicu Aktivitas Sesar Sausu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal