Wagub Gorontalo Sebut Butuh Peran Semua Pihak Atasi Sunting di 4 Kabupaten

Antara
Ahli utama BKKBN RI, Nofrijal (kiri) bersama Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim (kanan) menghadiri Sosialisasi Pembangunan Keluarga di Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (11/6/2021). (Foto:Antara) 

GORONTALO, iNews.id - Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim menyatakan  pada tahun 2021 terdapat empat kabupaten yang menjadi lokus penanganan stunting.  Dibutuhkan peran dari semua pihak untuk mengatasi stunting tersebut. 

"Indonesia saat ini dihadapi pada situasi dimana hampir sepertiga bayi yang lahir diproyeksi mengalami stunting. Termasuk di Gorontalo dan tahun 2022 semua kabupaten/kota di Gorontalo menjadi lokus perhatian penanganan stunting. Masalah ini sudah kronis dan perlu segera ditangani," ujar Idris pada sosialisasi pembangunan keluarga di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (11/6/2021).

Ia mengatakan, presiden telah melakukan rapat kerja terbatas pada tanggal 25 Januari 2021 bersama dengan beberapa kementerian/lembaga terkait dan telah menginstruksikan kepada Kepala BKKBN sebagai ketua pelaksana upaya percepatan penurunan stunting.

Instruksi tersebut diambil berdasarkan pada aspek legal tugas dan fungsi BKKBN yang ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Sudah saatnya pula kata wagub, memperkuat daya delivery program pemerintah kepada masyarakat. Tidak lagi saat ini bermain pada kebijakan-kebijakan yang ternyata tumpul di lapangan. Harus ada yang memastikan bahwa program dan rencana aksi betul-betul menukik tajam dan dapat diterima manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

‎Pemkab Kotabaru Gelar Rapat, Persiapkan Penilaian Program PK2D

57 tahun lalu

Bangkalan Fokus Perbaikan Gizi Anak, Muhammad Mosleh: Peran Komunitas Jadi Kunci Tekan Stunting 

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Wamendagri Ingatkan Pemda soal Anggaran Tak Efisien

57 tahun lalu

Kisah Pilu Bocah di Lebak Stunting Berat karena Keterbatasan Ekonomi, Kondisinya Mengenaskan

57 tahun lalu

Mandiri Sahabat Desa Fokus pada 200 Keluarga Risiko Stunting di Yogyakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal