MANADO, iNews.id - Tarian Kabasaran di Sulawesi Utara masih bertahan hingga kini. Di balik penampilannya yang serba merah, tarian ini memiliki sejarah menakjubkan.
Bukan karena tampilan mereka layaknya seorang pemberani dengan pedang yang siap menghunus. Atau penampilannya tampak sangar saat mata terbelalak dengan pakaian serba merah.
Namun segala aksesoris lehernya dengan beragam tengkorak dijejer kadang membuat bulu kuduk berdiri bagi yang baru melihatnya.
Gaya para penari dengan pakaian serba merah, mata melotot, wajah garang, diiringi tambur sambil membawa pedang dan tombak tajam itu sejatinya membuat Kabasaran ini kharismanya tak pernah redup.
Warna pakaian dominan merah dengan berbagai aksesoris berupa topi berhias sayap dan paruh burung uwak (buceros exaratus) atau burung jenis lainnya. Kalung dengan tengkorak monyet (macaca nigra), gelang dan lain-lain menambah kesempurnaan seorang prajurit yang gagah perkasa.