Krisis Tenaga Kesehatan, Prancis Butuh 15.000 Apoteker

Umaya Khusniah
Pemerintah Prancis memerlukan sebanyak 15.000 apoteker untuk negaranya. (Foto: istimewa)

PARIS, iNews.id - Krisis tenaga kesehatan dan obat-obatan dialami Prancis. Pemerintah Prancis saat ini memerlukan sebanyak 15.000 apoteker untuk negaranya.

Presiden Federasi Serikat Farmasi Prancis (FSPF)​​​​​​​ Philippe Bresset kepada radio France Inter menyampaikan langsung kekurangan apoteker tersebut pada Minggu (27/11/2022).

Dia mengatakan, saat ini, dua pertiga apotek di Prancis menghadapi kekurangan staf. 

Dia mencatat, kesenjangan tidak dapat diisi karena kurangnya pengganti baru. Sementara banyak apoteker yang pensiun.

Tak hanya itu di dunia kerja, fakultas farmasi di negara itu juga kekurangan sekitar 1.100 mahasiswa. 

Selain itu, rumah sakit mengalami kekurangan dokter dan perawat akibat pandemi Covid-19. Wabah Covid-19 juga membuat apotek kekurangan obat-obatan.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sindikat Joki UTBK di Surabaya Dibongkar, 14 Orang Ditangkap Termasuk 3 Dokter

57 tahun lalu

Polisi Bongkar 5 Kasus Peredaran Obat Keras di Tasikmalaya, 6 Pengedar Ditangkap

57 tahun lalu

Kasus Bayi Nyaris Dibawa Orang di RSHS Bandung, Sang Ibu Laporkan Perawat ke Polisi

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung

57 tahun lalu

Waduh! Dokter dan Perawat RSUD Yowari Jayapura Dianiaya Keluarga Pasien

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal