BMKG: Waspada, 20 Daerah Ini Berpotensi Dilanda Banjir akibat Hujan Lebat

Nani Suherni
Ilustrasi banjir bandang. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis 20 daerah di Indonesia yang berpotensi terdampak banjir dan banjir bandang akibat hujan lebat. Ke-20 daerah, termasuk Sulawesi Utara (Sulut) ini berstatus waspada yang berlaku sejak Rabu 17 Februari 2021 pukul 07.00 WIB hingga 18 Februari 2021 pukul 07.00 WIB.

Ke-20 daerah tersebut yakni:

1. Sumatera Barat (Waspada)

2. Bengkulu (Waspada)

3. Sumatera Selatan (Waspada)

4. Lampung (Waspada)

5. Banten (Waspada)

6. DKI Jakarta (Waspada)

7. Jawa Barat (Waspada)

8. Jawa Tengah (Waspada)

9. DI Yogyakarta (Waspada)

10. Jawa Timur (Waspada)

11. Nusa Tenggara Barat (Waspada)

12. Kalimantan Utara (Waspada)

13. Kalimantan Timur (Waspada)

14. Kalimantan Tengah (Waspada)

15. Kalimantan Selatan (Waspada)

16. Sulawesi Utara (Waspada)

17. Sulawesi Tengah (Waspada)

18. Sulawesi Barat (Waspada)

19. Sulawesi Selatan (Waspada)

20. Maluku Utara (Waspada)

BMKG juga mengingatkan 24 daerah di Indonesia untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. BMKG memprakirakan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang.

Menurut BMKG, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia atau 96 persen dari 342 zona musim telah memasuki  musim hujan. Hal ini juga telah diprediksi sejak Oktober 2020 lalu, yakni puncak musim hujan akan terjadi pada Januari - Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta. Kemudian, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua. 

"Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan," kata BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (16/2/2021).

Analisis BMKG menunjukkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh monsun Asia yang masih mendominasi wilayah Indonesia dan diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di sebagian wilayah Indonesia. 

"Selain itu, adanya pusat tekanan rendah di wilayah utara Indonesia dan di Australia bagian utara dapat mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia," kata BMKG.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pulau Puah Sulteng, Terasa Kuat di Luwuk hingga Taliabu

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami 

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magitudo 3,2 Guncang Kendari, Getaran Dirasakan Cukup Kuat

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,5 Guncang Konawe Utara, Getaran Dirasakan Cukup Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal