Duh, Anak Kandung Dipaksa Jadi Budak Seks selama 11 Tahun

Eman Suni
Ayah bejat pelaku pencabulan anak kandung saat dibawa penyidik Unit PPA Polres Kupang Kota. (foto: iNews/Eman Suni)

NTT, iNews.id - Selama 11 tahun lamanya, seorang pria berinisial SYN di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tega menjadikan anak kandungnya sebagai budak seks. Aksi bejat ayah kandung ini dilakukan setelah istrinya meninggal dunia.

Korban berhasil melarikan diri dan meminta perlindungan keluarga lantaran kerap dianiaya dan dipaksa melayani nafsu seks pelaku.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke polisi. Pria yang tinggi di wilayah Kelapa Lima, Kota Kupang ini pun diamankan petugas untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara korban yang mengalami trauma psikologis kini menjalani rehabilitas dari pendamping dari Dinas Sosial Kupang, serta tim dokter khusus. Remaja ini mengalami kekerasan seksual selama 11 tahun terakhir.

Dari hasil pemeriksaan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, pelaku diketahui telah mencabuli anak kandungnya sejak berusia lima tahun, hingga sekarang berusia 16 tahun.

Kapolres Kupang Koto, AKBP Satria Binti mengatakan, kasus pencabulan oleh ayah kandung ini sudah ditangani, dan tersangka merupakan pelaku residivis kasus KDRT.

"Kali ini dia terjerat kasus pencabulan disertai ancaman yang dikenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujar dia.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Liburan Keluarga di Pantai Balekambang Malang, Wisatawan Meninggal di Penginapan

57 tahun lalu

Sosok KH Asmuni Noor, Ulama Karismatik Banten Wafat usai Ucap Alhamdulillah

57 tahun lalu

Tragis, Lansia di Nias Tewas Tersandar di Tumpukan Kayu Bakar dalam Rumah

57 tahun lalu

Jamaah Haji asal Kediri Meninggal di Makkah, Keluarga Kaget saat Dapat Kabar Duka

57 tahun lalu

Viral Detik-Detik Jemaah Masjid di Balikpapan Meninggal usai Sholat Jumat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal