Irma menjelaskan, anaknya saat itu sedang menjalankan tugas sebagai anggota OSIS. Korban melakukan sweeping untuk menertibkan siswa yang tidak menaati aturan sekolah.
"Anak saya sebagai anggota OSIS melaksanakan tugasnya bahwa setiap hari tertentu dilakukan sweeping untuk menertibkan siswa nakal dan tidak taat aturan sekolah," ucapnya.
Menurut Irma, kejadian bermula saat anaknya sweeping sepatu yang tidak sesuai aturan sekolah. Korban kemudian membawa sepatu salah satu siswa ke ruang OSIS.
Namun, salah satu siswa SMP disebut tidak terima. Tak lama setelah itu, korban diduga dipukul secara tiba-tiba oleh beberapa siswa.
"Saat kejadian anak saya sweeping sepatu lalu bawa sepatu salah satu siswa ke ruang OSIS. Namun salah satu temannya tidak terima lalu secara tiba-tiba mereka memukul anakku sehingga tidak sempat melawan ada lima sampai tujuh orang," ujarnya.