Kronologi Penikaman Tim Sukses Appi-Rahman, Korban Menunggu Debat di Luar

Muhammad Arham Hamid
Tim sukses Paslon Appi-Rahman yang terluka karena ditikam OTK dirawat, Sabtu (7/11/2020) malam. (Foto: Istimewa)

MAKASSAR, iNews.id - Insiden penikaman terhadap tim sukses pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman), terjadi saat pelaksanaan debat Pilkada 2020. Korban sedang menunggu di luar lokasi acara karena penerapan protokol kesehatan.

Korban atas nama Muharram Jaya atau Musjaya. Dia bersama beberapa rekannya sedang menunggu di luar acara saat pelaksanaan debat. Sebab dalam aturan yang diterapkan KPU Makassar, pelaksanaan debat tetap mengacu pada protokol kesehatan, di antaranya membatasi jumlah peserta.

Seorang petugas keamanan mengataan, korban ketika itu didatangi orang tak dikenal. Pelalu langsung menikam korban pada bagian pinggul kanan. Setelah itu pelaku kabur ke arah pengendara motor yang sudah menunggunya.

"Ada temannya pelaku yang tunggu di depan dan langsung kabur mereka," kata seorang saksi di tempat kejadian, Sabtu (7/11/2020).

Korban berusaha mengejar pelaku, namun tak berhasil. Sementara Musjaya dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk untuk mendapatkan perawatan, karena luka yang dialaminya cukup parah, bahkan darahnya terus mengalir.

Atas kejadian ini, Juru Bicara Appi-Rahman, Fadli Noor, meminta pihak yang berwajib segera menangkap dan mengungkap motif dari pelaku. "Kami sangat sayangkan kejadian ini. Kami meminta polisi bertindak tegas segera menangkap pelaku," katanya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Terduga Pembunuh Sekuriti Hotel di Sorong Ditangkap, Sempat Melawan Saat Disergap

57 tahun lalu

Menegangkan! Penangkapan Bandar Narkoba di OKU, Polisi Ditikam

57 tahun lalu

Sakit Hati Mantan Istri Nikah Lagi, Pria di Takalar Tikam Suami Baru hingga Kritis

57 tahun lalu

Sadis! Menantu Tikam Ibu Mertua saat Salat Subuh, Ditangkap usai Kabur ke Riau

57 tahun lalu

Tampang Adik Tikam Kakak Kandung hingga Tewas di Semarang, Kini Dipenjara dan Menyesal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal