Pesta Adat Perdamaian di Intan Jaya, Marga Sani Bayar 150 Ekor Babi dan Uang Rp180 Juta

Andi Mohammad Ikhbal
Bendera Merah Putih berkibar di antara sedikitnya 1.000 warga yang menyaksikan pesta adat perdamaian dua marga di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, menggelar pesta adat perdamaian, Selasa (4/5/2021). (Foto: Binmas Noken Po

JAKARTA, iNews.id - Dua marga di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, menggelar pesta adatperdamaian, Selasa (4/5/2021). Perayaan perdamaian marga Sani dan Tigau ini ditandai dengan pembayaran berupa 150 ekor babi, uang Rp180 juta dan kulit bia atau sejenis kerang bernilai hampir Rp700 juta.

Pesta adat ini digelar Selasa siang pukul 12.00 WIT hingga 15.00 WIT. Anggota Binmas Noken bersama Kasat Sabhara Iptu Noak Mori dan Kasi Propam Bripka Rumbewas mendatangi pesta adat perdamaian antara Marga Sani dan Marga Tigau.

Menurut Anggota Binmas Noken dalam keterangan yang diterima Selasa (4/5/2021), sesuai cerita dari warga setempat, kedua marga ini sebelumnya bermusuhan sejak tahun 1960 hingga 1976. Kedua marga selalu berperang.

Perang ini memakan dua korban jiwa dari Marga Tigau, yaitu Yakob Tigau dan Tigau. Karena itu, untuk meresmikan perdamaian kedua marga, pihak Marga Sani membayar uang kepala kepada Marga Tigau. 

Pembayaran ini diwakili Natan Sani. Sementara yang menerima mewakili keluarga Tigau, yakni Samuel Tigau,  Nobertus Tigau dan Ubertus Tigau. 

"Adapun dari keluarga Sani yang diwakili oleh Bapak Natan Sani membayar berupa 150 ekor babi dan uang Rp180 juta. Kemudian, kulit bia indo bernama Bumboro kuntubaga yang kalau dirupiahkan setara Rp400 juta dan kulit bia isau baubaga bernilai Rp300 juta," kata Kasat Sabhara Iptu Noak Mori dan Kasi Propam Bripka Rumbewas.

Selain Anggota Binmas Noken dan Polres Intan Jaya, warga yang diperkirakan sekitar 1.000 orang juga hadir dalam pesta adat perdamaian itu. "Perayaan ini merupakan upaya untuk terus mempererat terus tali persaudaraan antara warga masyarakat dengan anggota Polri," kata Binmas Noken Polri.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Komisioner KPU Muratara Diserang Massa, Kapolda Sumsel: Sudah Ada Perdamaian

57 tahun lalu

Sempat Konflik, Warga Ohoi Elat dan Hoar Ngutru Berdamai di Hadapan Gubernur Maluku

57 tahun lalu

13 Makanan Khas Papua, Nomor 7 Selalu Disajikan saat Acara Pesta Adat

57 tahun lalu

Apa Itu Tradisi Bakar Batu? Pesta Adat Masak dan Makan Bersama di Papua

57 tahun lalu

Warga Hitu dan Wakal Sempat Bentrok, Pj Bupati Malteng Gagas Mediasi Damai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal