Kasus Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, Polisi Periksa 28 Saksi

Riyan Rizki Roshali
Tim gabungan saat pesiapan pencarian korban dan barang bukti di lokasi ledakan kawasan Kompleks Ikan, Kabupaten Biak Numfor, Papua. (Foto: iNews Sorong Raya)

BIAK, iNews.id - Polisi memeriksa 28 saksi terkait kasus ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Peristiwa tersebut mengakibatkan enam orang tewas dan belasan rumah rusak.

“Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan. Hingga saat ini sebanyak 28 orang saksi telah dimintai keterangan,” kata Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan, Selasa (9/6/2026).

Ari menyebutkan, 28 saksi itu terdiri atas warga sekitar, pekerja di kawasan Kompleks Perikanan, korban selamat, serta pihak-pihak yang mengetahui kondisi lokasi sebelum kejadian. 

“Keterangan para saksi masih terus didalami dan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik,” ujar dia.

Diketahui, ledakan itu terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.

Akibat peristiwa ledakan tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua mengirimkan total 10 sampel DNA dari keluarga korban ledakan bom di Biak Numfor, Papua, ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta. Hal itu untuk memastikan identitas potongan tubuh korban yang telah dievakuasi dari lokasi ledakan.

“Tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul sepuluh sampel DNA yang selanjutnya akan dikirim ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dikutip Senin (8/6/2026).

Tim gabungan yang dipimpin Basarnas juga kembali menemukan dua potongan tubuh dalam pencarian hari ketujuh tepatnya, Sabtu (6/6). Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan juga diamankan.

"Dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam merek Evercross warna hitam, tiga buah dompet, satu buah pisau, satu buah gunting medis, satu buah pinset medis, serta satu unit GPS merek Garmin," ujarnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bom Aktif Peninggalan PD II Dimusnahkan di Biak Numfor, Cegah Insiden Ledakan Berulang

57 tahun lalu

10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Dikirim ke Pusdokkes Polri

57 tahun lalu

Pencarian Korban Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Ditutup, 6 Tewas

57 tahun lalu

Update Ledakan di Biak Papua, Sudah 34 Potongan Tubuh Ditemukan di TKP

57 tahun lalu

Update Ledakan Bom Sisa Perang di Biak, SAR dan Gegana Temukan 32 Potongan Tubuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal