Ikan Mati di Maralol, JOB Pertamina-PetroChina Salawati: Bukan karena Limbah

Aditya Pratama
JOB Pertamina-PetroChina Salawati menegaskan tidak ada pencemaran di Sungai Maralol, Papua Barat akibat limbah perusahaan. (Foto: Ilustrasi/okezone).

JAKARTA, iNews.id, - JOB Pertamina-PetroChina Salawati (JOB P-PS) memastikan kematian ratusan ikan dan udang di Sungai Maralol, Papua Barat, tidak terkait dengan pembuangan limbah dari operasional perusahaan mereka. JOB P-PS telah melakukan pengujian terhadap kualitas air limbah dan air Sungai Maralol dan melaporkan kepada seluruh instansi terkait.

”Dalam kegiatan operasional, JOB P-PS telah melakukan pengolahan air limbah produksi sebelum dibuang di Sungai Maralol, melakukan pengujian terhadap kualitas air limbah dan air Sungai Maralol secara rutin serta melaporkan kepada KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Dinas LH Kabupaten Sorong dan Dinas LH Provinsi Papua Barat. JOB P-PS juga telah memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) air terproduksi,” kata Relations JOB P-PS Ellison Simbolon melalui keterangan tertulis, Minggu (12/5/2019).

Pernyataan Elisson merespons pemberitaan yang menyebutkan ratusan ikan dan udang mati membusuk di Sungai Maralol. Kematian ikan tersebut diduga akibat limbah JOB P-PPS. Dugaan ini sesuai keterangan tokoh adat pemilik hak ulayat Sungai Maralol, Mesak Moifilit.

Ellison mengatakan, pengujian laboratorium air limbah terproduksi oleh laboratorium independen terakreditasi KAN setiap bulan dan dilaporkan setiap 3 bulan sekali kepada KLHK, Dinas LH Kabupaten Sorong dan Dinas LH Provinsi Papua Barat.

Pengujian lab air Sungai Maralol oleh laboratorium independen terakreditasi KAN setiap 6 bulan dan dilaporkan kepada KLHK, Dinas LH Kabupaten Sorong dan Dinas LH Provinsi Papua Barat

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pabrik Pengolahan Limbah di Mojokerto Hangus Terbakar, Karyawan Panik

57 tahun lalu

Beredar Isu Karawang Jadi Tempat Pembuangan Limbah Nuklir, Ini Kata DLHK

57 tahun lalu

Pemkot dan DPRD Banjarmasin Sidak ke Hotel terkait Pengolahan Limbah

57 tahun lalu

Sempat Tertunda, Program SPALD 5 Desa di Boltim Kembali Digarap di Tengah Pandemi Covid-19

57 tahun lalu

UGM Temukan Alat Pengolah Limbah Produksi Batik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal