Dibuat di Jerman, 2 Kapal Penyapu Ranjau TNI AL Diambil dari  Nama Pulau di Papua

Kurnia Illahi
Dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dibangun di galangan kapal Jerman. (Foto: Dok. TNI).

JAKARTA, iNews.id - Dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dibangun di galangan kapal Jerman. Tepatnya di Galangan Abeking & Resmussen, Lamwerder, Bremen, Jerman.

Alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut (AL) tersebut merupakan kapal perang dengan keahlian khusus buru ranjau berjenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV).

Nama kedua kapal ini diambil dari nama pulau di Provinsi Papua, yaitu KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732. Keduanya mampu bekerja di laut dangkal maupun laut dalam. 

"Keduanya bertugas untuk menjaga perairan Indonesia agar tetap aman, bebas dari gangguan serta ancaman senjata bawah air terutama ranjau," ujar Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dikutip dari laman TNI, Senin (26/6/2023). 

Dia menjelaskan, tujuan pengadaan kedua KRI tersebut karena masih banyaknya ranjau laut peninggalan perang dunia kedua. "Kapal canggih ini juga akan dioperasikan untuk membersihkan perairan Indonesia yang masih memiliki potensi bahaya ranjau," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal