1.200 Personel Satgas Pamtas TNI AD Tiba, Siap Kawal Pembangunan di Papua Barat

Antara
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema saat melakukan pemeriksaan pasukan pada upacara penerimaan satgas pamtas kewilayahan Yonif 133/YS dan Yonif 623/BWU di wilayah Kogasgab Papua Barat pada tahun 2023. (Foto: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)

SORONG, iNews.id - Sebanyak 1.200 personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI AD telah tiba di Sorong. Mereka akan disebar ke seluruh wilayah Kodam Kasuari untuk mengawal pembangunan di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

"Dua satgas yang sudah tiba adalah Batalion 133/Satria Yudha berasal dari Kodam I/Bukit Barisan Palembang dan Batalion 623/Bakti Wira Utama dari Kodam VI/Wulawarman Makassar," kata Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema, Rabu (12/4/2023).

Dari tiga kodam ini, kata dia, setiap batalion mengirimkan 400 personel. Selanjutnya dikirim ke seluruh wilayah Kodam XVIII/Kasuari yang meliputi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Mereka bertugas selama setahun untuk mengamankan pembangunan.

"Intinya mengamankan pembangunan. Yang menjadi atensi atau komitmen dari Bapak Presiden Joko Widodo dan jajarannya ke bawah adalah bagaimana berupaya melakukan pembangunan dengan istilah tidak hanya berjalan, tetapi berlari," kata Mayjen TNI Gabriel Lema.

Selain itu, kata dia, tugas pokok TNI adalah mengawal dan menjaga keutuhan wilayah NKRI sekaligus memastikan perlindungan terhadap bangsa dan negara. Kehadiran TNI AD, kata Gabriel, selain memberikan pengaman, juga sebagai bagian katalisator dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurut dia, ada masyarakat yang mungkin masih butuh pendekatan sehingga TNI harus tahu persis dan realistis untuk memberikan edukasi secara baik dan maksimal.

Pangdam Kasuari pun berpesan agar menyiapkan diri baik fisik dan mental secara baik di tempat tugas, kemudian mempelajari karakteristik masyarakat setempat melalui pendekatan humanis.

"Prajurit menjalin komunikasi yang harmonis dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda setempat guna menunjang pelaksanaan tugas pengamanan pembangunan," kata Pangdam.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

TNI AD Investigasi Peluru Nyasar Lukai 2 Warga di Kampus UNP, Libatkan Polda Sumbar

57 tahun lalu

Mendikdasmen Pastikan Anak di Pulau Terpencil Papua Wajib Dapat Pendidikan Layak

57 tahun lalu

Mencekam! Bentrok 2 Kelompok Pemuda Pecah di Sorong, 2 Polisi dan Anak 10 Tahun Terluka

57 tahun lalu

Raja Ampat Geger! Mayat Pria Berjaket Pelampung Diduga WNA Ditemukan Mengapung di Pantai

57 tahun lalu

Kronologi Prajurit TNI Tewas Ditembak Sesama Prajurit di Palembang, Berawal dari Cekcok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal