TERNATE, iNews.id – Korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Minggu (14/7/2019) lalu, belum semuanya pulang ke rumah karena rumahnya rusak berat. Warga yang tinggal di pengungsian saat ini membutuhkan bantuan makanan dan air bersih yang sulit diperoleh di pengungsian.
Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Ternate Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama LazisMu, Didik Kurniyawan mengatakan, telah mengirimkan empa orang tim asistensi di lokasi bencana untuk mendata info terkait kebutuhan dan potensi yang ada di sana.
Hasilnya, kebutuhan pengungsi korban gempa Halmahera yang paling mendesak saat ini yakni makanan dan minuman. Kemudian, tempat pengungsian sementara seperti terpal, alat mandi dan air bersih. Bahkan di salah satu desa, yaitu Desa Dowora, Tidore Timur, Kota Tidore, tidak memiliki sumber air bersih untuk dikonsumsi.
“Dalam kondisi normal, mereka harus mengambil air di Halmahera. Sumber air yang mereka miliki hanya air danau yang tidak layak dan sedikit payau,” kata Didik dalam siaran persnya, Rabu (17/7/2019).
Didik menjelaskan, tim juga sedikit terlambar mendata karena sulitnya akses menuju lokasi. Seperti di Kecamatan Gane, yang rata-rata merupakan wilayah pesisir dengan tingkat kerusakan bermacam-macam akibat gempa. Masih banyak jalan yang sulit untuk dijangkau.