Bertemu Moeldoko, Pemilik Takke Group Keluhkan Mafia Tanah di Pulau Bintan

Kastolani Marzuki
CEO Takke Group, Laurence M Takke saat bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemilik Takke Group akan mengembangkan jaringan bisnisnya di bidang pariwisata serta pelabuhan transhipment di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

CEO Takke Group, Laurence M Takke mengatakan, upaya itu merupakan komitmennya sebagai putra daerah untuk membangun Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

“Ini adalah panggilan moral sebagai anak daerah untuk ikut berkontribusi membangun negeri. Sehingga roda perekonomian bisa bergerak dan kesempatan lapangan kerja untuk anak-anak terbuka luas,” ujarnya dalam keterangan tetulis yang diterima iNews.id, Sabtu (6/7/2019).

Niatan itu juga sudah dia sampaikan saat bertemu dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Laurance sudah malang melintang membangun jaringan bisnis properti di ibu kota Jakarta bersama menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution.

Namun, menurut Laurance, mafia tanah masih menjadi momok menakutkan dalam dunia investasi. “Saya mengalaminya sendiri di Pulau Bintan. Saya punya tanah yang sudah memiliki sertifikat hak milik yang diterbitkan tahun 1993-1999. Tiba-tiba diakui orang lain sebagai miliknya berdasarkan surat tanah yang diterbitkan oleh camat dan Kantor Pertanahan tahun 2004 dan tahun 2013,” paparnya.

Laurence mengibaratkan, persoalan mafia tanah di daerah, khususnya di Pulau Bintan, sudah berada pada stadium yang kronis. Bahkan dalam satu bidang tanah bisa terdapat tiga atau empat surat tanah, baik berupa alas hak atau surat keterangan riwayat kepemilikan tanah maupun sertifikat.

“Mafia tanah ini, diduga memiliki jaringan antara pihak swasta dengan oknum di kantor pertanahan hingga aparatur pemerintah," katanya.

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyambut baik dan mendukung rencana Takke Group tersebut. “Kita dukung. Apalagi investasi yang akan dikembangkan dapat menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja di daerah,” kata Moeldoko.

Menanggapi persoalan mafia tanah yang dilaporkan menjadi hambatan Takke Group dalam pengembangan investasi di Pulau Bintan, Moeldoko meminta aparat penegak hukum menanganinya secara serius.

“Tanah adalah elemen terpenting dalam investasi. Jika tidak diamankan, bagaimana investasi dan ekonomi bisa tumbuh dan berkembang? Oleh karena itu, aparat penegak hukum harus menanganinya secara serius,” ujarnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
6 hari lalu

Aksinya Terekam CCTV, 4 Komplotan Pencuri Motor di Batam Ditangkap

23 hari lalu

Guru SD di Anambas Jadi Tersangka Kekerasan Seksual ke Murid, Langsung Ditahan

23 hari lalu

Tragis! Bocah Perempuan 6 Tahun di Dumai Tewas Tenggelam di Area Dermaga

1 bulan lalu

Proyektil Peluru Ditemukan di Kamar Rumah Warga Batam, Polisi Turun Tangan

2 bulan lalu

Viral! Warga Medan Polonia Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Akses Rumah Ditutup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal