Wawali Samarinda Sebut Pembangunan IKN Jangan Sampai Hanya Memindahkan Beban negara

Antara
Ilustrasi Kompleks Kantor Pemerintahan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. (Foto: dok Kementerian PUPR)

SAMARINDA, iNews.id - Wakil Wali (Wawali) Kota Samarinda Rusmadi berharap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hanya sekadar memindahkan beban negara. Menurutnya saat ini beban di DKI Jakarta dan kota penyangga ibu kota tidak terantisipasi dengan baik.

"Salah satu alasan pemindahan IKN kan karena beban Jakarta dan kota-kota tetangganya yang tidak terantisipasi. Jangan sampai kemudian pemindahan ibu kota ini menjadi pemindahan beban," kata Rusmadi di Samarinda, Senin (21/2/2022).

Rusmadi memaparkan beberapa persoalan serius yang  sedang dialami Samarinda sebagai ibu kota provinsi, yaitu kemacetan dan banjir.

"Sehingga jangan sampai pembangunan fisik infrastruktur hanya terjadi di Ibu Kota Negara, harus diimbangi dengan pembangunan di kota-kota penyangga," tegasnya.

Dia juga mengungkapkan, yang menjadi kekhawatiran pihaknya ialah terkait aspek sosial budaya. Pihaknya saat ini melakukan penguatan aspek sosial budaya di tingkat paling rendah, yaitu RT dalam rangka mengantisipasi dampak-dampak negatif terutama narkoba dan radikalisme.

"Kita ada namanya Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) dengan mengalokasikan dana Rp100 juta untuk satu RT," terangnya.

Ia menegaskan, Probebaya bukan hanya dalam rangka percepatan pembangunan saja, tetapi juga agar masyarakat lebih mengenal satu sama lain sehingga terbangun rasa gotong-royong antar sesama.

Editor : Dita Angga Rusiana
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dibangun 20 Km dari Istana Negara, Bandara di IKN Khusus Layani Penerbangan Ini

57 tahun lalu

Tol IKN Resmi Dibuka Fungsional Selama Nataru, Ribuan Kendaraan Melintas

57 tahun lalu

Ditargetkan Beroperasi Komersial 2026, Bandara VVIP IKN Tunggu Perpres

57 tahun lalu

Otorita IKN Tanda Tangani Kontrak Baru, Nilai Proyek Lebih dari Rp1 Triliun

57 tahun lalu

Polri Ungkap Penjualan Batu Bara Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, 6.000 Ton Disita

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal