Pasien Difteri di Samarinda Bertambah Jadi 18 Orang

Muhammad Riski
Para tenaga medis yang bertugas di ruang isolasi RSUD Abdul Wahab Syahrani Samarinda, Kaltim. (Foto: iNews/Muhammad Riski)

SAMARINDA, iNews.id –  Penyakit difteri yang mewabah di sejumlah daerah di Indonesia, juga ditemukan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan, saat ini sudah 18 orang penderita yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Syahrani Samarinda. Dari jumlah tersebut, delapan positif difteri sedangkan 10 lainnya masih suspect difteri.

Jumlah pasien tersebut bertambah dari sebelumnya. Pasien terbaru tercatat merupakan pasien berusia 18 tahun dari kawasan Samarinda Seberang Kelurahan Sungai Keledang. Meskipun jumlah pasien penyakit dengan gejala demam, sakit di kerongkongan dan ada selaput putih yang jika dicongkel berdarah itu sudah banyak, pemerintah belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) di kota ini.

“Ada 18 pasien yang kami rawat saat ini. Terhitung tanggal 12 Januari ada empat pasien baru yang masuk dan tanggal 11 Januari ada lima pasien. Kondisinya sedang stabil dan baik. Kami harapkan mereka segera sembuh dengan penanganan yang kami berikan,” kata Humas RSUD Abdul Wahab Syahrani Samarinda, Febian Satrio kepada wartawan, Sabtu (13/1/2018).

Febian memaparkan, sampai saat ini RSUD Abdul Wahab Syahrani Samarinda masih melakukan perawatan intensif terhadap delapan pasien yang dianggap sudah positif difteri. Begitu juga kepada pasien lain yang masih suspect difteri. Saat ini, RSUD Abdul Wahab Syahrani Samarinda hanya memiliki 25 ruang rawat isolasi untuk penanganan pasien difteri. Karena itu, pihak rumah sakit berharap daerah lain tidak merujuk pasien difteri ke rumah sakit ini.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek sebelumnya pada Jumat, 12 Januari 2018 memaparkan, sepanjang 2017, ada 954 kasus difteri di Indonesia, bahkan 44 di antaranya meninggal. Memasuki awal tahun ini, kasus difteri cenderung menurun, yakni ada 14 kasus yang dilaporkan dan tak ada kasus meninggal. Menkes pun menekankan pentingnya imunisasi difteri bagi segenap masyarakat Indonesia.

Ada berbagai jenis vaksin difteri, di antaranya vaksin difteri tetanus (DT) untuk usia lima hingga tujuh tahun, vaksin tetanus difteri (Td) untuk usia di atas tujuh tahun. Kemudian ada lagi vaksin Difteri-Tetanus-Pertusis-Hepatitis B-Haemophylus Influenza Type B (DTP-Hb-Hib) bagi usia satu hingga lima tahun.
Samarinda, Kaltim.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Anak asal Subang Idap Difteri, 1 Orang Koma di RSHS Bandung

57 tahun lalu

Korban Meninggal akibat Wabah Difteri di Garut Tambah Jadi 9 Orang

57 tahun lalu

Pasien Suspek Difteri di RSUD dr Slamet Garut Tinggal 2, Wabah Mereda

57 tahun lalu

Dinkes Pastikan Tak Ada Kasus Difteri di Majalengka, tapi Harus Waspada

57 tahun lalu

KLB Difteri di Garut, Ridwan Kamil: Ada Tokoh Provokasi Masyarakat agar Tidak Imunisasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal