Miris, 6.320 Satwa di Kalbar Diperdagangkan Ilegal, Nilainya Rp452 Juta

Antara
Orang utan Kalimantan, salah satu satwa dilindungi. (Foto: ANTARA)

PONTIANAK, iNews.id - Sebanyak 6.320 satwa di Kalimantan Barat (Kalbar) diperdagangkan secara ilegal selama kurun waktu 2019-2021. Nilai transaksi mencapai Rp452 juta.

Perdagangan satwa itu diungkap Yayasan Planet Indonesia (YPI) berdasarkan pemantauan secara online di media sosial.

"Di Indonesia dan Kalbar, aktivitas perburuan dan perdagangan yang berlebihan menyebabkan menurunnya keanekaragaman hayati di alam," kata Manajer Konservasi YPI, Wahyu Putra di Pontianak, Rabu (22/6/2022).

Dia mengatakan, kondisi ini berdampak pada kerugian yakni kepunahan suatu spesies, kehilangan keanekaragaman hayati dan kerusakan lingkungan hidup.

Menurutnya, sejumlah satwa dilindungi di Indonesia mengalami penurunan populasi signifikan dan mendapatkan sorotan internasional. Di antaranya elang Jawa, kakatua jambul kuning, harimau Sumatera, dan macan tutul.

YPI Kalbar mencatat sebanyak 56 kasus perdagangan satwa liar yang telah diputuskan oleh pengadilan negeri. Fakta tersebut menunjukkan peredaran satwa liar dilindungi di Kalbar cukup tinggi. 

"Apalagi peredaran satwa liar ini didukung dengan kondisi geografis di Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia," katanya.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
12 hari lalu

Tragedi di Hutan Pelalawan Riau, Bocah 12 Tahun Tewas Diserang Harimau Sumatra

13 hari lalu

Kasus Oli Palsu di Kalbar Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka Segera Diadili

16 hari lalu

Kisah Gajah Sumatra Tua di Pelalawan, Hidup Soliter dan Tetap Bertahan di Alam Liar

19 hari lalu

Polres Mesuji Ungkap Daging Tapir yang Disembelih Pelaku Dibagikan ke Warga Sekitar

19 hari lalu

4 Penyembelih Tapir di Mesuji Ditangkap, 2 Buron

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal