Di luar dunia usaha dan kegiatan sosial, mantan atlet Tarung Derajat ini juga aktif membina olahraga sebagai Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kalbar. Dia juga dikenal sebagai tokoh Dayak yang aktif di berbagai organisasi, di antaranya Ketua Dewan Pembina dan Penasehat Majelis Hukum Adat Dayak Nasional, Penasehat Organisasi Mangkok Merah, Penasehat Pemuda Dayak, serta Bendahara Umum Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional.
Kepeduliannya terhadap generasi muda turut diwujudkan melalui dukungan terhadap pendidikan dan pelestarian budaya Dayak. Salah satunya melalui pemberian beasiswa kepada pemenang ajang Bujang Dara sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Berbekal pengalaman panjang di dunia usaha, organisasi dan kegiatan sosial, Yulius Aho kemudian memilih politik sebagai ruang pengabdian yang lebih luas. Amanah sebagai Ketua DPW Partai Perindo Kalbar dijalankannya dengan semangat membangun partai yang dekat dengan masyarakat dan terbuka bagi semua kalangan.
“Perindo siap menampung siapa saja yang memiliki potensi dan kemauan untuk bergabung,” katanya.
Di bawah kepemimpinannya, Perindo Kalbar terus memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput. Dia optimistis partai yang dipimpinnya mampu menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan pada Pemilu 2029.
“Kami targetkan Perindo menjadi partai pemenang di Kalbar. Semua kursi DPRD kota, kabupaten dan provinsi harus terisi penuh,” ucapnya.
Bagi Yulius Aho, seluruh perjalanan yang ditempuhnya sebagai pengusaha, pegiat sosial, tokoh adat, pembina olahraga dan politisi sesungguhnya bermuara pada tujuan yang sama: menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta ikut membangun Kalbar yang maju, berdaya saing dan tetap berakar pada nilai-nilai kebersamaan.