SITUBONDO, iNews.id – Musim penghujan belum juga dirasakan warga Dusun Jambaran, Desa Palalagan, Kecamatan Sumber Malang Situbondo. Sampai saat ini ratusan warga masih mengalami krisis air bersih. Untuk mendapatkannya, warga di lereng Argopuro ini masih mengandalkan pasokan air bersih dari pemerintah setempat.
Krisis air bersih ini sudah dialami warga sejak delapan bulan terakhir. Sejak kemarau datang, sumur-sumur warga mengering, begitu juga sumber mata air di dekat lereng gunung. Sebagai gantinya, mereka harus menunggu pasokan air bersih dari pemerintah.
Namun, solusi ini juga bukan tanpa kendala. Minimnya pasokan air membuat warga harus mengantre berjam-jam. Bahkan, sebagian warga juga rela menunggu sejak subuh dengan meletakkan ember dan timba di pinggir jalan. “Kalau tidak begini (meletakkan ember) bisa tidak kebagian,”tutur salah seorang warga Sumrati.
Menurut Sumrati, bantuan air menjadi satu-satunya solusi. Sebab, bila tidak, warga harus mengambil air di sungai yang berjarak empat kilometer dengan berjalan kaki. Kondisi seperti ini, lanjut kata Sumrati hampir terjadi setiap tahun.
Karena itu, dia berharap pemerintah daerah memberikan bantuan sumur bor, agar krisis air tidak terus mendera dan menggantungkan pada bantuan air bersih. “Kalau ada sumur bor, mungkin masalah bisa teratasi. Bayangkan, hampir tiap tahun kami mengalami seperti ini,”akunya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, setiap musim kemarau ada 11 desa dari 132 desa di Situbondo mengalami krisis air. Untuk membantu warga, BPBD dan tagana Dinas Sosial secara bergantian mendistribusikan air setiap hari.
Video Editor: Ihya' Ulumuddin