SURABAYA, iNews.id - Konvensi Rakyat sebagaimana dideklarasikan Ketua Umum DPP Partai PerindoHary Tanoesoedibjo (HT) mendapat respons positif pengamat politik Universitas Trunojoyo (UTM) Surokim Abdussalam. Dia menyebut, proses memilih calon calon anggota legislatif secara digital itu disebut sebagai sesuatu yang perlu.
Surokim mengatakan, Pemilu 2024 akan menarik dan kemungkinan akan ada fenomena mengejutkan terkait dengan eksistensi pemilih transisional yang bertumpu pada pemilih milenial dan perempuan dengan jumlah yang signifikan. "Mereka netizen yang akrab dengan teknologi digital dan terkoneksi dengan media sosial yang aktif," katanya, Rabu (20/10/201).
Karena itu, partai politik yang bisa menangkap peluang tersebut merupakan langkah cerdas. Pemilih milenial merupakan pemilih yang sulit loyal dan sulit permanen, selalu kritis dan bisa berubah sesuai logika kritisnya.
"Tapi jika mereka mendapatkan akses, peluang dan engagement politik, maka mereka akan bisa mendukung dengan jaringan sosialnya. Jadi membangun politik dengan basis digital sesungguhnya adalah ikhtiar modernisasi politik masa depan dan sekali lagi itu langkah cerdas," tuturnya.
Peneliti senior dari Surabaya Survey Center (SSC) ini menambahkan, konvensi rakyat melalui digital merupakan ikhtiar untuk membuka kesetaraan dan keterbukaan komunikasi. Dimana selama ini publik sulit memasuki ruang partai politik parpol sekarang lebih mudah melalui teknologi digital.