Nikmatnya Kaldu Kokot Kacang Hijau, Kuliner yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda asal Sumenep

Lukman Hakim
Kaldu Kokot Kacang Hijau, kuliner khas Kabupaten Sumenep. (istimewa).

SURABAYA, iNews.id - Kuliner kaldu kokot kacang hijau asal Madura sangat populer dan digemari. Kuliner berbahan dasar kaki sapi atau kikil ini asal Kabupaten Sumenep ini bahkan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud Ristek. 

Kokot dalam bahasa Madura berarti kikil. Cara membuatnya pun cukup mudah. Kokot sapi, pertama-tama dibersihkan dahulu. Lalu, kokot atau kilil sapi yang sudah bersih, dipotong-potong dan dibakar. Agar kotoran yang tersisa hilang. Kemudian, setelah dibakar, kokot dibilas dengan air dan direbus hingga mendidih.

Di Sumenep, Pulau Madura, ada warung yang khusus menyajikan masakan tersebut. Namanya  Warung Adnan Soto Kikil Kokot. Meski letaknya tidak di tepi jalan, pecinta kuliner yang mampir ke Sumenep, hampir tidak melewatkan untuk mencicipi sedapnya kaldu kokot di tempat itu.

Ada petunjuk menuju sebuah gang. Lokasi rumah makan dengan menu khas kaldu kokot ini ada sekitar 150 meter dari jalan utama. Hanya beberapa langkah, saya sudah menemukan rumah dengan bagian terbuka salah satunya dan deretan kursi dan meja.

Sebenarnya ada dua jenis hidangan, kaldu kokot dan soto kokot. Kaldu kokot tampil dengan ciri berupa rebusan kacang hijau, yang tak dimunculkan pada soto kokot. Pada soto kokot yang ditambahkan adalah singkong rebus. Di meja disediakan juga perkedel singkong yang renyah sebagai menu tambahan kaldu kokot.

Pada satu porsi sajian itu tak hanya ada kikil, tapi juga babat, usus, sumsum dan jeroan sapi lainnya. Bisa dibayangkan gurihnya kuah kaldunya.

Proses yang lama membuat dapur dari warung ini sudah ngebul sejak pukul 03.00 WIB. "Prosesnya kan lama, merebusnya itu berjam-jam biar empuk,” kata Sri, pengelola warung, Jumat (24/2/2023).

Selain kikil, warung ini juga menyajikan menu jeroan dan tulang sumsum. Warung yang didirikan pada 1962 ini, kini dikelola oleh cucu pendiri atau generasi ketiga.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Desa Cikaso Kuningan Catat Rekor Kurban 28 Sapi, Daging Berlimpah Dibagikan ke Warga

57 tahun lalu

Nikmati Sensasi Makan Sepuasnya di Buffetlicious Aston Emidary Bangka!

57 tahun lalu

Kesan Presiden Afsel Usai Santap Kuliner Khas Nusantara Sulut hingga Kalsel di Istana

57 tahun lalu

3 Kuliner Purwokerto Malam Hari, Pas Buat Nongkrong Harga Ramah di Kantong

57 tahun lalu

Ziarah ke Makam Raja Kutai, Bupati Kukar: Tenggarong Punya Ruh Sejarah dan Budaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal