Komnas HAM Selidiki Penggunaan Gas Air Mata dan Kekerasan Aparat dalam Tragedi Kanjuruhan

Deni Irwansyah
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (tengah) menyampaikan pihaknya akan menyelidiki Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyelidiki tewasnya seratusan lebih orang dalam Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022). Penyelidikan yang dilakukan menyasar penggunaan gas air mata serta dugaan kekerasan oleh aparat keamanan.

"Kami juga mendalami apapun yang terjadi di Kanjuruhan, termasuk penggunaan gas air mata. Kalau di video yang tersebar ada tindak kekerasan, kenapa juga itu bisa terjadi, itu yang akan kami dalami," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Malang, Senin (3/10/2022).

Anam mengaku sudah menemui sejumlah Aremania dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Dalam pertemuan itu, kata dia, Komnas HAM mengumpulkan informasi terkait peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tersebut.

"Agenda Komnas HAM menguinjungi rumah korban, mengunjungi rumah sakit, bertemu dengan beberapa pemain, kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Komnas HAM turut meminta keterangan manajemen serta meminta waktu untuk dipertemukan dengan para pemain Arema FC untuk menggali peristiwa yang terjadi.

Termasuk mendalami penggunaan gas air mata yang memicu kepanikan suporter hungga berdesakan dan berakhir tewasnya seratusan lebih Aremania.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Misteri Siswi SD Tewas dalam Rumah di Sragen, Polisi Sebut Ada Dugaan Kekerasan

57 tahun lalu

Kronologi Siswi SD Ditemukan Tewas dalam Rumah di Sragen, Motor Keluarga Ikut Hilang

57 tahun lalu

Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris

57 tahun lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

57 tahun lalu

Tamtama TNI AL di Bangkalan Meninggal Tak Wajar, Keluarga Tolak Disebut Bunuh Diri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal