Kisah Kerajaan Sengguruh, Lolos dari Gempuran Demak karena Berada di Pedalaman

Avirista Midaada
Prasasti Kerajaan Sengguruh di Kepanjen Kabupaten Malang. (Foto:kiaibudaya).

MALANG, iNews.id - Kerajaan Sengguruh di Malang diklaim menjadi kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang bertahan. Kerajaan ini lolos dari gempuran Kerajaan Demak mulai dari era Raden Patah, Adipati Unus, hingga Sultan Trenggono.

Arkeolog Universitas Negeri Malang (UM) Mudzakir Dwi Cahyono menuturkan, Kerajaan Sengguruh berada di pedalaman, sehingga sulit dijangkau dari luar. Hal ini membuat musuh atau orang luar kesulitan masuk ke area kerajaan.

"Berada di daerah pedalaman yaitu Malang bagian selatan, yang masih kerajaan Hindu terakhir setelah Majapahit. Kerajaan ini dipimpin oleh Raden Pramana," ucap Dwi Cahyono. 

Dwi Cahyono menambahkan, lokasi Kerajaan Sengguruh diapit oleh empat sungai dan berada di lereng Pegunungan Kapur Selatan. Hal ini menjadikan salah satu faktor kerajaan ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

"Di wilayah Kerajaan Sengguruh ini ada beberapa sungai yang bertemu di sekitar Sengguruh dan sekitarnya. Itu pertemuan sungai Kali Rusdi, Kali Metro, Sungai Brantas, dan Kali Sukun. Jadi ini konteksnya konteks (pegunungan) Kapur Selatan yang relatif terisolir pada waktu itu," katanya. 

Meski relatif terisolasi, tetapi potensi kekayaan alam dan perekonomian Kerajaan Sengguruh disebut Dwi Cahyono cukup melimpah. Bagaimana tidak, area pertanian yang luas membentang menjadikan masyarakatnya mengandalkan matapencaharian sebagai petani.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang Dikebut, Truk Dilarang Melintas Jalur Gubug

57 tahun lalu

Jalan Pantura Kaligawe arah Demak-Semarang Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Tersendat

57 tahun lalu

Geger! Sopir Truk Ditemukan Tewas dalam Kendaraan di Kaliwungu

57 tahun lalu

Pendarahan Hebat, Warga Pedalaman Mamuju Ditandu 21 Km Lewati Sungai ke Puskesmas

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif ke Demak yang Lebih Cepat dan Lancar untuk Hindari Kemacetan Jalur Pantura

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal