Khofifah-Emil Menang karena Suara Kelompok Milenial Rasional

Ihya Ulumuddin
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak memberikan keterangan pers di posko kediamannya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/6/2018). (Foto: Antara)

SURABAYA, iNews.id – Koalisi PKB dan PDIP di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) sempat dianggap superior. Selain basis massa yang cukup besar, dua partai tersebut juga mewakili kelompok religius dan nasionalis di Jatim. Karena itu, banyak yang meramalkan koalisi ini akan sukses memenangi Pilgub Jatim.

Namun, faktanya tidak demikian. Pasangan calon yang diusung dua partai besar ini tumbang. Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur hanya mampu mendulang kurang lebih 8 juta suara (46%). Jauh di bawah lawannya Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (54%), dengan marjin lebih dari 10 juta suara.

Bahkan, sejumlah tokoh besar sekaliber Tri Rismaharini dan Megawati Soekarnoputri juga tidak bisa berbuat banyak. Sehingga di kandang banteng pun Gus Ipul-Puti kalah. Apa yang menjadi penyebab?

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surochim Abdul Salam menilai, figur seorang calon menjadi penentu dalam Pilgub Jatim kali ini. Pemilih Jatim, lanjut Surochim, kini bergerak rasional. Mereka lebih mempertimbangkan kompetensi dan kualitas pasangan calon yang berkontestasi daripada background partai atau ideologinya.

“Kelompok nasionalis memang solid dengan kehadiran Mbak Puti. Ini harus diapresiasi. Tetapi, kekuatan ini tak bisa meyakinkan suara eksternal di luar mereka. Di luar kontestan, hanya Soekarwo dan Jokowi yang punya efek signifikan di Pilgub Jatim. Dan itu kepada pasangan nomor satu,” ucapnya.

Di luar itu, faktor penentu pada Pilgub Jatim kali ini adalah undicided voters dan swing voters. Dua potensi suara ini menjadi pembeda di tengah kekuatan kandidat Khofifah dan Gus Ipul yang hampir berimbang. Apalagi jumlahnya juga cukup signifikan. Sekitar 12%.

“Berdasarkan survei yang pernah kami lakukan di dalam undicided voters dan swing voters, sebagian besar adalah pemilih milinial dan pemilih rasional. Mereka inilah yang memberi sumbangan signifikan terhadap pasangan calon satu,” tuturnya.

Pasalnya, paslon satu ada Emil Elestianto Dardak yang terbilang muda dan cerdas. “Impresi Mas Emil menjadi nilai tambah. Sejauh ini, kompetensi dan kapasitas beliau tampak lebih menonjol,” ujarnya.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

57 tahun lalu

Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo Surabaya Tewaskan Pasien, Asap Pekat dari Lantai 5

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal