Investigasi Tragedi Kanjuruhan, TGIPF: Kami Bukan Pembanding, Hanya Lengkapi Data dan Fakta 

Avirista Midaada
TGIPF pastikan hanya lengkapi data kasus tragedi Kanjuruhan. (ilustrasi).

MALANG, iNews.id - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan memastikan proses investigasi yang dilakukan, bukan sebagai pembanding penyelidikan dari pihak lain. Investigasi TGIPF hanya untuk melengkapi data dan fakta yang sebelumnya sudah terungkap ke publik. 

Nggota TGIPF, Akmal Marhali menjelaskan, TGIPF bukanlah lembaga eksekusi, tetapi hanya memfasilitasi agar fakta-fakta kasus ini bisa terungkap. "Kami bukan yang menghukum, tetapi mendudukkan persoalan ini sesuai porsinya," katanya, Jumat (7/10/2022). 

Koordinator save our soccer itu menambahkan, proses investigasi dilakukan dalam dua koridor yang berbeda. Pertama tentu ada football family. Kedua yakni pelanggaran pidana yang terjadi. 

"Setelah ini tentu harus ada perbaikan, mulai dari suporter, SOP pertandingan hingga bisnis sepak bolanya. Kita harus belajar dari tragedi Hillsborough. Saat itu korban meninggal mencapai 96 orang. Setelah peristiwa itu, Inggris lalu mengeluarkan resolusi footbal spectaror x," tuturnya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ungkap Fakta di Balik Demo Ricuh, 6 Lembaga Ini Bentuk Tim Independen

57 tahun lalu

Polemik Pembongkaran Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Ini Kesepakatan Kontaktor dan Keluarga

57 tahun lalu

2 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Tumpahkan Emosi saat Bertemu Manajemen Arema

57 tahun lalu

5 Fakta Perempuan di Kendari Ditembak Polisi, Nomor 3 Korban Ternyata Anak Komandan TNI

57 tahun lalu

5 Fakta OB Bacok Kacab-Pegawai Koperasi di Cirebon Tewaskan 1 Orang, Nomor 3 Ngeri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal