Hama Uret Serang Tanaman Jagung, Petani di Tuban Terancam Gagal Panen

Pipiet Wibawanto
Tanaman jagung yang menguning akibat serangan hama uret di Tuban, Jawa Timur. (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.id - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membuat sejumlah petani jagung resah. Pasalnya, tanaman jagung mereka mulai diserang hama uret, yang kerap muncul setiap musim hujan tiba. Hama ini menyerang akar, sehingga membahayakan keberlangsungan tanaman jagung. Para petani pun terancam gagal panen.

Hama uret mulai menyerang tanaman jagung milik petani di Desa Rawasan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam beberapa pekan terakhir. Hama yang membahayakan tanaman jagung tersebut, memang kerap muncul setiap curah hujan tinggi.

Akibat persebaran hama uret yang begitu cepat di musim hujan, sejumlah petani pun dibuat resah. Pasalnya, tanaman jagung yang baru berusia sekitar satu bulan lebih itu, terancam gagal panen karena serangan hama uret.

Hama sejenis ulat ini, menyerang tanaman jagung mulai dari akar, sehingga mempengaruhi kelangsungan pertumbuhan tanaman jagung. Pada bagian akar tanaman juga tampak seperti terdapat serbuk jamur, yang mengakibatkan tersendatnya pertumbuhan jagung.

Batang tanaman serta daun jagung, nampak berwarna kekuning-kuningan layaknya pohon yang sudah layu. Selain itu, pada hasil tongkol jagung juga terlihat tidak berkembang dengan baik, karena biji tongkol jagung tidak terisi penuh.

Sarono, salah seorang petani jagung asal Desa Rawasan menyebut, hama uret memang kerap menyerang setiap musim hujan. Apalagi saat curah hujan sedang tinggi-tingginya.

“Memang seperti biasanya setiap musim hujan maka akan muncul hama yang akan mempengaruhi setiap tanaman, termasuk tanaman jagung. Hama uret ini menyerang akar. Pertumbuhan jagung jadi terhambat. Adanya ya pas musim penghujan begini,” ucap Sarono, Selasa (2/1/2018).

Menurut Sarono, hama uret juga membuat akar tanaman jagung seperti berjamur. Akibatnya, penyerapan nutrisi dari tanah tidak maksimal. Sebagian tanaman jagung, akarnya malah membusuk diserang jamur. “Imbasnya, tanaman jagung ini mati tidak hidup pun tidak. Masih hidup tapi tidak berkembang. Buah jagungnya tidak bisa berkembang. Tongkolnya sebagian kosong tak terisi biji jagung,” ucapnya.

Akibat hama uret yang menyerang tanaman jagung tersebut, petani setempat terancam gagal panen. Diperkirakan, para petani akan menelan kerugian yang tidak sedikit. Per hektar lahan jagung, kerugian bisa mencapai Rp3 juta. Petani berharap, pemerintah setempat memberikan solusi atas hama uret ini.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
1 hari lalu

Usai Dicopot, Eks Kajari Tuban dan 2 Kasi Diperiksa Kejagung terkait Suap Rp600 Juta

3 hari lalu

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Lumajang Jatim, BMKG: Berpusat di Laut

4 hari lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,3 Guncang Tenggara Pacitan Jatim

5 hari lalu

Gara-Gara Uang Kerap Hilang Misterius, Warga Jember Pasang Spanduk Rawan Tuyul

6 hari lalu

Gempa Terkini Magnitudo 3,4 Guncang Tenggara Jember Jatim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal