GP Ansor Jatim Berencana Laporkan Penyebut Banser Idiot

Antara
Ahmad Dhani saat berada di Hotel Elmi Surabaya, Jatim. (Foto: iNews.id/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) mereka berencana melaporkan sosok yang menyebut "Banser Idiot" dalam video Ahmad Dhani yang telah beredar luas.

"Siapapun di republik ini yang mencemarkan nama baik ada prosedur hukum yang harus ditempuh. Misalnya, kalau ada yang mengatakan Banser itu idiot, pelakunya ada, maka biar proses hukum yang berjalan. Ansor memerintahkan LBH untuk bertindak," kata Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser, H. Alfa Isnaeni di Surabaya, Senin (27/8/2018).

Alfa menyebut, pernyataan dalam video Ahmad Dhani itu merupakan tindakan pencemaran nama baik. Sehingga, perlu diproses hukum. "Siapapun yang yang mengatakan mencemarkan baik kan di situ ada. Kalau nanti definisi yang mencemarkan kan nanti jelas, apakah Dhani atau siapa," ujarnya.

Menurut Alfa, dirinya belum memastikan kapan rencana pelaporan dilakukan. Karena, timnya masih melakukan kajian-kajian lebih yang lebih mendalam dan mendetail. "Karena ini proses hukum, kami masih melihat fakta-fakta hukum. Masih dirumuskan oleh LBH, karena tidak gampang untuk merumuskan itu," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Alfa mengimbau seluruh kader Ansor dan Banser agar tetap tenang dan tidak bertindak melanggar hukum. "Kami sudah mengimbau jangan melakukan langkah-langkah yang bertentangan dengan hukum," tuturnya.

Sebelumnya, Ahmad Dhani yang rencananya akan menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Minggu, (26/8) tidak bisa keluar dari hotel lantaran dapat penolakan dari masyarakat. Warga bahkan mengepung tempat suami Mulan Jameela itu menginap.

Tidak lama kemudian, video Dhani yang diambil di Hotel Majapahit Surabaya beredar luas. Dalam video tersebut ada kata-kata 'Banser Idiot'. Namun, Dhani membantah bukan dirinya yang menyebut "Banser Idiot".

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

57 tahun lalu

Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo Surabaya Tewaskan Pasien, Asap Pekat dari Lantai 5

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal