SURABAYA, iNews.id – Seorang mahasiswa residen kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri. Dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Plastik tersebut tewas setelah menenggak cairan pembersih kamar mandi.
Belum diketahui penyebab dokter muda berinisial AB itu nekat mengahiri hidup dengan tragis. Namun, beredar kabar bahwa AB nekat bunuh diri karena tak tahan menjadi korban perundungan seniornya.
Kabar tersebut juga dibenarkan salah seorang anggota keluarganya. Menurutnya, AB bunuh diri karena dibully dokter senior.
“Kami kaget atas kejadian dr AB meninggal dunia. Sementara infonya karena bunuh diri dengan minum Vixal. Dugaan awal penyebabnya dibully seniornya,” ujar kerabat yang tak ingin disebutkan namanya, Jumat (4/9/2020).
Kabar meninggalnya AB juga sudah didengar pihak kampus. Bahkan, Rektor Unair Surabaya, Prof Moh Nasih juga tengah berkoordinasi dengan RSUD Dr Soetomo, tempat almarhum bertugas.
Nasih mengatakan, AB baru saja menjalani stase bedah di RSUD Dr Soetomo selama tiga hari. Setelah itu terdengar kabar yang bersangkutan meninggal dunia. “Iya yang bersangkutan baru tiga hari stase di RS,” ujar Nasih.