Demo di PN Surabaya, Korban Sipoa Minta Dalang Penipuan Dicekal

Ihya Ulumuddin
Korban Apartemen Sipoa kembali mendatangi PN Surabaya menuntut penyelesaian hukum secara adil, Selasa (2/10/2018). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Aksi unjuk rasa korban Apartemen Sipoa belum juga berhenti. Mereka kembali mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menuntut penyelesaian hukum secara adil bagi para korban, Selasa (2/10/2018). Mereka juga meminta para para dalang penipuan dicekal.

Sejak siang, ratusan massa yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Bawah (FPMB) berorasi di depan PN. Mereka menuntut manajemen PT Sipoa Group, Tee Teguh Kinarto dan kedua anaknya, yakni Tee Devina dan Tee Costarico, segera diproses hingga tuntas.

Tak hanya itu, massa meminta PN Surabaya berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan Imigrasi, untuk melakukan pencekalan terhadap Tee Teguh Kinarto karena dikhawatirkan melarikan diri ke luar negeri. Selain Tee Teguh Kinarto, massa juga meminta kedua anaknya Tee Devina dan Tee Costarico turut dicekal.

“Kami meminta kepada Pengadilan Negeri Surabaya untuk berkirim surat kepada pihak Imigrasi, Polda Jatim dan Kejaksaan Tinggi untuk melakukan pencekalan terhadap ketiganya,” kata Cahyo selaku koordinator aksi.

Ketiganya diduga sebagai aktor intelektual mega skandal penjualan partemen fiktif, di bawah PT Sipoa Group. “Mereka telah melakukan kejahatan besar dengan modus penjualan apartemen murah yang hingga saat ini belum dilakukan pembangunan,” paparnya.

Menurut dia, pembangunan Apartemen Royal Avatar Word di bawah bendera PT Bumi Samudera Jedine, yang akan dibangun di Surabaya, Sidoarjo dan Bali, hanya sebagai kedok untuk mendapat keuntungan. Saat ini, penegak hukum hanya memproses dua orang bawahannya saja. Sementara otak dari dalang skandal ini masih bebas berkeliaran. “Kami khawatir, mereka akan melarikan diri ke luar negeri,” ujar Cahyo.

Sebelumnya dalam kontrak penjualan Apartemen Royal Avatar Word, pihak manajemen berjanji akan melakukan serah terima kunci pada 2017. Namun, hingga saat ini belum ada pembangunan seperti yang dijanjikan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
3 tahun lalu

Warga Bandung Tertipu Modus Lowongan Kerja, Tersangka Raup Rp65 Juta

3 tahun lalu

Tipu 139 Calon Sekuriti, 2 Pria Paruh Baya di Karawang Ditangkap Polisi

3 tahun lalu

150 Orang di Karawang Tertipu Yayasan Penyalur Tenaga Kerja, Korban Lapor Polisi

3 tahun lalu

Anggota DPRD Kota Sukabumi Diseret ke Persidangan Diduga Tipu 5 Pangkalan Elpiji 

3 tahun lalu

2 Korban Penipuan Modus Arisan Bodong Mahasiswi Cantik di Bandung Lapor Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal