Cerita Sedih Petani Jombang di Tengah Harga Cabai Mahal, Penen Gagal karena Jamur

Mukhtar Bagus
Kondisi cabai petani Jombang yang membusuk karena serangan jamur patek, Kamis (9/6/2022). (Foto: iNews.id/Mukhtar Bagus).

JOMBANG, iNews.id - Hargacabai Rp100.000 per kilogram di pasaran ternyata tidak serta merta bisa dinikmati oleh petani. Sebab, tingginya harga cabai tersebut terjadi saat hasil panen merosot akibat serangan hama dan jamur patek. 

Kondisi ini pula yang dirasakan petani di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim). Sebab, sebagian besar petani gagal panen akibat serangan hama. 

Salah seorang petani Zainuri mengatakan, selain karena hama, serangan penyakit pada tanaman cabai terjadi akibat cuaca, sehingga sulit dikendalikan. Dia mengaku sudah melakukan berbagai penanganan agar cabai tidak busuk. Namun, tetap saja gagal. 

"Semua sudah kami bersihkan, pupuk juga cukup. Tapi begitu kena cuaca, cabai yang mau panen langsung busuk. Ini sulit dikendalikan," katanya. 

Karena itu dia tidak mengambil untung di tengah harga cabai yang begitu tinggi. "Kalau pas panen bagus, pasti kelihatan enaknya petani cabai. Tapi kalau kondisinya begini ya mau bagaimana lagi. Harga cabai mahal tapi tidak bis menikmati," ujarnya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut di Mojokerto, Truk Bermuatan Cabai Tabrak Pemotor Perempuan hingga Tewas

57 tahun lalu

Langka! Jamur Tudung Pengantin Ditemukan di Hutan Bawean

57 tahun lalu

Kebocoran Sumur Minyak di Sulsel Sebabkan Sawah Gagal Panen, Perusahaan Akan Beri Kompensasi

57 tahun lalu

Trading Indonesia: Fakta Praktis dan Istilah Kunci

57 tahun lalu

Tragis, Bocah di Jember Tewas Tersambar Petir saat Mencari Jamur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal