Cangkul Lahan, Warga Klinter Sidoarjo Temukan Situs Candi Majapahit

Koran SINDO
Tritus Julan
Kakek Paiman menunjukkan lokasi bangunan kuno peninggalan Kerajaan Majapahit di Dusun Klinter, Sidoarjo, Jatim. (Foto: iNews.id/Tritus Julan)

SIDOARJO, iNews.id – Sebuah bangunan kuno ditemukan warga Dusun Klinter, Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kuat dugaan, bangunan kuno yang terbuat dari batu bata tersebut salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit.

Bangunan mirip tembok dengan panjang sekitar 20 meter ini ditemukan Paiman, warga setempat saat hendak menanam ubi. Saat mencangkul di lahan yang berdekatan dengan makam desa dan berstatus tanah kas desa (TKD) ini, mata cangkul Paiman menyentuh benda keras. Merasa ada yang aneh, kakek berumur 73 tahun ini lantas menghentikan aktivitasnya.

Seketika Paiman kaget lantaran benda yang menghalangi mata cangkulnya itu adalah sebuah batu bata kuno dengan ukuran 20X 30 sentimeter. Kakek yang juga sebagai juru kunci makam tersebut lantas melakukan penggalian susulan. ”Hanya 20 cm saja kedalaman yang saya gali, tiba-tiba saya menemukan batu bata kuno. Saya gali lebih lebar, ternyata batu batanya menyambung,” ujar Paiman, Rabu (07/2).

Temuan itu lantas dia sampaikan kepada warga lain dan juga aparat desa setempat. Warga secara bergotong-royong menggali lanjutan untuk mengetahui struktur bangunan yang lebih lengkap. Dari hasil penggalian susulan itu, tampak susunan batu bata memanjang mirip tembok sepanjang sekitar 20 meter. ”Kita gali lagi sedalam sekitar setengah meter. Kami tidak berani mencangkul terlalu dalam,” tandasnya.

Kepala Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Muhammad Ali Ridho menegaskan, warga sengaja menggali susulan setelah berdialog dengan sejumlah tokoh sejarah. Dari hasil perundingan itu, mereka meyakini jika bangunan kuno yang lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto ini memiliki nilai sejarah.

”Dugaan kami ini adalah peninggalan Kerajaan Majapahit. Karena dalam sejarah Majapahit, Kecamatan Tarik masuk dalam peta kerajaan,” ucap Ali Ridho.

Sejak ditemukan dua hari lalu, warga memasang tali mengelilingi bangunan. Warga juga memasang sebagian tenda untuk melindungi dari hujan. Temuan itu mulai banyak dikunjungi warga lainnya untuk melihatnya.

Ridho berharap, temuan ini bisa ditindaklanjuti instansi terkait untuk mengetahui secara utuh bangunan kuno tersebut. ”Kalau bisa digali secara keseluruhan, mugkin ini bisa menjadi ikon desa,” harapnya.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan, Andi Muhammad Said mengatakan, temuan warga itu sudah ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim arkelogi ke lokasi temuan. Tim yang diterjunkan juga melibatkan aparat Pemda Sidoarjo beserta pihak kepolisian. ”Kita sudah cek di sana. Kita minta warga untuk menghentikan penggalian agar situs itu tidak mengalami kerusakan,” tandas Said.

Setelah ini, pihaknya berencana mengekskavasi lanjutan untuk melihat secara utuh struktur bangunan tersebut. Sementara, pihaknya masih belum bisa memastikan bangunan apa yang ditemukan warga ini, termasuk peninggalan kerajaan mana.

”Memang untuk strukturnya yang terbuat dari batu bata, khas peninggalan Majapahit. Kita tunggu dulu hasil kajiannya agar informasi yang diberikan kepada masyarakat lebih tepat,” tandasnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tabrak Mobil Boks, Pemotor Wanita Tewas Terlindas Truk Kontainer di Sidoarjo

57 tahun lalu

Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Sidoarjo, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Arkeolog Temukan Situs Majapahit di Bawah Jalan Desa Mojokerto, Begini Wujudnya

57 tahun lalu

Truk Mebel Terbakar di SPBU Sedati Gede Sidoarjo, Warga dan Pengendara Panik

57 tahun lalu

Terungkap! Penyebab Kematian Kades Buncitan Sidoarjo Murni Bunuh Diri, Ini Motifnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal