Bengawan Solo Siaga Satu, 71 Desa di Bojonegoro Terancam Banjir

Dedi Mahdi
Warga nekat menyeberangi Sungai Bengawan Solo yang meluap dan berarus deras. (Foto: iNews/Dedi Mahdi)

BOJONEGORO, iNews.id – Tingginya curah hujan dalam dua hari terahir membuat debit air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), meningkat tajam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat pun telah menetapkan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini pada level siaga satu bencana banjir. Sebanyak 71 desa di 11 kecamatan terancam banjir.

Dari pantauan iNews, tinggi muka air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro meningkat tajam, seperti yang terlihat di utara Pasar Kota Bojonegoro. Hingga Minggu petang (11/3/2018), tinggi muka air sudah menyentuh angka 13,40 meter di atas permukaan laut.


Meskipun BPBD Kabupaten Bojonegoro telah menetapkan Sungai Bengawan Solo pada level siaga satu atau siaga hijau bencana banjir, sejumlah warga masih nekat menyeberangi Sungai Bengawan Solo menggunakan perahu penyeberangan tradisional. Padahal, aksi mereka sangat berbahaya karena arus sungai yang deras.

Selain karena tingginya intensitas hujan, debit air Sungai Bengawan Solo yang meningkat juga diperparah dengan limpahan air dari wilayah hulu, baik hulu Jawa Timur maupun hulu Jawa Tengah.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Andik Sujarwo mengatakan, sedikitnya ada 71 desa di 11 kecamatan kembali terancam banjir seperti di Kelurahan Ledok Kulon dan Ledok Wetan, Kota Bojonegoro ini. Padahal, sejumlah desa tersebut baru saja terendam banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo pada ahir bulan Februari lalu.

“Status siaga sudah kami tetapkan karena sudah beberapa kali terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi kenaikan signifikan ketinggian Bengawan Solo. Kami juga sudah mempersiapkan beberapa peralatan dan personel yang nanti akan kami terjunkan jika terjadi bencana banjir Bengawan Solo maupun banjir bandang,” kata Andik Sujarwo.

Sebelumnya pada Sabtu (24/2/2018), banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jatim, merendam 71 desa yang tersebar di 11 kecamatan. Sebelumnya, banjir hanya merendam 23 desa di enam kecamatan dan akhirnya meluas hingga menggenangi 71 desa di 11 kecamatan di Bojonegoro. Banjir juga mengakibatkan akses jalan utama di wilayah tersebut lumpuh.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

57 tahun lalu

Kondisi Terkini Banjir di Cirebon, Ribuan Rumah Masih Terendam

57 tahun lalu

Banjir Rendam Jalur Pantura Cirebon, Kemacetan hingga Lebih dari 4 Km

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal