60 Hektare Tembakau di Bojonegoro Mati Akibat Cuaca Ekstrem, Petani Rugi Puluhan Juta Rupiah

Dedi Mahdi
Tanaman tembakau di Bojonegoro mati mendadak akibat cuaca ekstrem yang melanda sepekan terakhir. (Foto: Dedi Mahdi)

BOJONEGORO, iNews.id - Cuaca ekstrem yang berlangsung sepekan terakhir membuat puluhan hektare tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro mati mendadak. Para petani mengalami gagal panen hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
 
Kondisi tersebut dirasakan para petani di Desa Banjaran dan Sraturejo, Kecamatan Boerno. Curah hujan yang tinggi membuat lebih dari 60 hektare tanaman tembakau tiba-tiba rusak dan mati.

Para petani hampir dipastikan gagal panen. Sebab, daun dan batang tanaman yang telah layu dan mengering dampak cuaca buruk tak bisa lagi diselamatkan.

"Tanam (tembakau) dari dua bulan lalu. Bisa gagal panen ini," kata salah satu petani, Muhammad Robi, Jumat (16/9/2022).

Akibat musibah ini, petani menderita kerugian yang cukup besar. Kerugian ditaksir mencapai Rp6 juta per hektare tanaman tembakau.

Selain di Desa Banjaran dan Sraturejo, kondisi serupa juga dialami petani di sejumlah desa di Kecamatan Kanor dan Kepohbaru.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
4 jam lalu

Operasi SAR KM Nurul Salsa Diperpanjang 3 Hari, Pencarian Terkendala Cuaca Ekstrem

29 hari lalu

Kebakaran Hebat Gudang Penyimpanan Alas Tembakau di Bondowoso, Kerugian Miliaran Rupiah

1 bulan lalu

Puting Beliung Rusak Sekolah dan Rumah Warga di Bengkalis, Siswa Diliburkan

2 bulan lalu

Angin Kencang Terjang Pidie Jaya, Belasan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

2 bulan lalu

Update Banjir Bandang di Tanah Datar, 67 Rumah Rusak dan 5 Jembatan Hanyut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal