Viral Batu Kandung Kemih 2 Kg, Mengapa Kurang Minum dan Menahan Kencing Berakibat Fatal?

Rizqa Leony Putri
Kasus langka batu kandung kemih seberat 2,1 kilogram. (Foto: dok RS JIH Purwokerto)

PURWOKERTO, iNews.id - Baru-baru ini, sebuah jurnal medis internasional melaporkan kasus langka seorang pria berusia 32 tahun yang memiliki batu kandung kemih seberat 2,1 kilogram akibat infeksi kronis dan dehidrasi. Meski kasus ini terjadi di luar negeri, tim dokter dari Rumah Sakit JIH Purwokerto mengingatkan bahwa faktor risikonya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pria tersebut harus menjalani operasi besar untuk mengeluarkan batu kandung kemih tunggal berukuran 15 x 15 cm dengan berat fantastis, yaitu 2.150 gram (2,1 kg). Ukuran ini tercatat sebagai salah satu batu kandung kemih terbesar yang pernah ditemukan di dunia.

Namun, yang paling memprihatinkan, pasien muda ini harus kehilangan fungsi ginjalnya secara permanen (gagal ginjal ireversibel) akibat sumbatan batu raksasa tersebut. Bagaimana hal ekstrem tersebut bisa terjadi pada pria yang masih berusia produktif?

Kronologi Kasus: Berawal dari Dehidrasi dan Infeksi

Berdasarkan dokumen medisnya, pria muda ini merupakan seorang tahanan di sebuah fasilitas pemasyarakatan yang berlokasi di daerah dengan cuaca sangat panas. Lingkungan penjara yang terbatas membuatnya kekurangan akses air minum yang bersih dan memadai, sehingga ia mengalami dehidrasi kronis dalam jangka panjang.

Akibat kondisi urine yang terlalu pekat dan kebiasaan tertentu, pasien mulai mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang selama 2 tahun. Sayangnya, karena keterbatasan fasilitas kesehatan di area tersebut, gejalanya sering diabaikan dan terlambat didiagnosis. Lapisan demi lapisan kristal mineral akhirnya menumpuk di kandung kemihnya hingga mengeras menjadi batu raksasa yang menyumbat saluran kemih ke ginjal.

Mengapa Pria Usia Muda Bisa Terkena?

Banyak orang mengira penyakit batu saluran kemih (termasuk batu ginjal dan batu kandung kemih) hanya menyerang orang tua. Faktanya, pria di usia produktif (20-40 tahun) justru memiliki risiko yang sangat tinggi akibat faktor gaya hidup.

Tim dokter dari Rumah Sakit “JIH” Purwokerto menjelaskan ada tiga pemicu utama yang sering disepelekan oleh orang berusia muda:

1. Kurang Minum Air Putih (Dehidrasi Kronis)

Saat tubuh kekurangan cairan, urine akan menjadi sangat pekat. Zat-zat limbah seperti kalsium, oksalat, dan asam urat tidak dapat larut dengan sempurna, lalu saling mengikat membentuk kristal bak pasir yang lambat laun membesar.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
2 hari lalu

5 Keuntungan Beli Tiket Masuk Prambanan di SatuSatu saat Prambanan Jazz Festival 2026

2 hari lalu

Antar Anak Sekolah hingga Ngantor, Ini 3 Motor Listrik Andalan Perempuan Aktif

2 hari lalu

BKAD Kalteng Genjot Aset Produktif, Kendaraan Dinas Tak Terpakai hingga Properti Siap Hasilkan PAD

3 hari lalu

Inflasi Tembus 4,47 Persen, Pemprov Kalteng Diminta Perkuat Pengendalian Harga Pangan

4 hari lalu

Tiket Kereta Cepat Whoosh Habis Terus? 5 Cara Dapat Kursi di Tanggal yang Kamu Mau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal