PEKALONGAN, iNews.id - Tanggul pantai penahan gelombang laut di Bandengan, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (23/11/2017) jebol di dua titik. Dampaknya, ratusan hektare lahan tambak, lahan melati, dan permukiman warga terendam antara 30 sentimeter hingga satu meter.
Bulan lalu, tanggul yang dibuat dengan sistem geotube ini juga sempat jebol sekitar 50 meter. Dengan jebolnya dua titik baru dari tanggul tersebut, saat ini panjang tanggul yang jebol mencapai 100 meter dari total panjang dua kilometer.
Akibatnya, air laut langsung masuk dan merendam tambak serta permukiman warga. Para petani tambak membiarkan pun tambaknya terbengkalai. Jika nekat menebar benih ikan kembali, mereka takut merugi.
Ratusan hektar tambak bahkan nyaris terlihat seperti lautan, akibat terendam banjir air pasang atau rob ini. Lahan melati yang dulunya puluhan hektar, kini tak bersisa lagi. Demikian juga dengan sawah yang sempat menjadi andalan pendapatan warga.
Muslihin, warga Bandengan Kota Pekalongan, mengatakan, banjir rob membuat tambak miliknya tidak bisa digunakan untuk menebar benih. Untuk bertahan hidup, dia terpaksa menjadi pencari ikan di lahan tambak atau saluran yang banjir ini.
“Jika sudah tidak ada banjir lagi, kami baru akan menembar benih ikan, seperti Ikan Bandeng, Ikan Nila serta Ikan Mujaer,” ujarnya.
Data dari Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan Kota pekalongan menyebut, tambak yang teredam banjir rob ada sekitar 200 hektare. Lahan melati sekitar 50 hektare, lahan sawah 30 hektare.
Selain membanjiri lahan tambak dan sawah, ribuan rumah warga juga ikut terendam antara 30 sentimeter hingga satu meter. Daerah yang terendam antara lain, Panjang Wetan, Panjang Baru, Bandengan, Padukuhan Kraton. Seluruhnya berada di Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.