Tak Ramah Lingkungan, Ratusan Jaring Nelayan Dimusnahkan

Suryono Sukarno
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja (paling kanan) didampingi pejabat terkait, melakukan pemotongan terhadap alat tangkap ikan ilegal yang merusak lingkungan di Pekalongan. (foto:iNews/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Ratusan jaring nelayan di Pekalongan yang tak ramah lingkungan dimusnahkan. Jaring tak ramah lingkungan itu dimusnahkan dengan cara dipotong- potong. Pemusnahan jaring ini dilakukan secara simbolis pada Kamis (10/11/2017) dengan dihadiri sejumlah pejabat terkait termasuk dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Jaring jenis pukat ini sudah dilarang digunakan karena dapat merusak biota dan ekosistem laut. Akibatnya, ikan tak bisa berkembang biak dan trumbu karang menjadi rusak. Kendati sudah lama dilarang, namun masih banyak nelayan yang nekat menggunakan. Alasannya, tak lain agar mendapat hasil tangkapan yang lebih banyak.

Kementrian kelautan dan perikanan sendiri masih terus melakukan razia jaring tak ramah lingkungan ini. Sejak beberapa bulan terakhir, ada ratusan jaring nelayan yang tidak sesuai atau dilarang dipakai berhasil diamankan petugas.

Ratusan jaring tak ramah lingkungan ini kemudian dimusnahkan dengan cara dipotong –potong. Usai dimusnahkan, para nelayan yang jaringnya disita ini kemudian diberi bantuan jaring yang ramah lingkungan dan sesuai aturan yang berlaku.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja menyebutkan, kerusakan laut terutama laut jawa sudah sangat parah. Ikan-ikan di daerah ini juga sangat minim. Hal tersebut disebabkan rusaknya terumbu karang, sehingga biota laut tak bisa berkembang dengan baik.

“Pemerintah terus berupaya memberikan penyuluhan pada nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan. Seperti jaring jenis pukat juga alat peledak dan lainnya,” ujarnya.

Penegakan peraturan larangan penggunakan alat tangkap tak ramah lingkungann juga terus dilakukan. Pemusnahan jaring atau alat tangkap tak ramah lingkungan sengaja dilakukan untuk meberikan efek jera pada nelayan agar berganti menggunakan jaring ramah lingkungan.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hilang saat Cari Ikan, Nelayan di Ketapang Ditemukan Tewas di Tumpukan Sampah Kayu

57 tahun lalu

ABK KM Permata Maju Hilang di Selat Malaka saat Turunkan Pukat ke Laut

57 tahun lalu

Guru SMA Hilang saat Pasang Pukat Ikan di Teluk Kendari Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Ngeri, Buaya Tertangkap Kamera Melintas di Sungai Bawa Tubuh Manusia di Mulut

57 tahun lalu

Cek Keberadaan Tugu KM 0 Utara NKRI, Menteri KKP Kunjungi Pulau Terluar Miangas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal