Orang Tua Masih Tak Percaya Rindata Telah Tiada karena Difteri

Dedy Priyanto
Alm Muhamad Rindata Adi Nugraha yang meninggal dunia akibat penyakit difteri. (iNews/Edy Priyanto)

SEMARANG, iNews.id – Balita warga Desa Sambungsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), yang meninggal akibat penyakit difteri telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Orang tua Muhamad Rindata Adi Nugraha tidak kuasa menahan sedih setelah anak pertamanya tiada.

Darmadi, ayah Muhamad Rindata Adi Nugraha mengatakan, sebelum dipastikan positif difteri oleh dokter, anaknya mengeluh sakit di tenggorokan dan badannya panas. Dia sempat membawa Muhamad Rindata ke dokter dan diberi obat, namun panasnya tidak turun.

Karena kondisinya semakin menurun, Muhamad Rindata dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri Kendal untuk penanganan lebih lanjut. Dokter di RSI Kendal menyarankan agar dia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat yang fasilitasnya lebih lengkap.

Di tempat rujukan, kondisinya semakin menurun meskipun sudah ditangani dengan baik. Muhamad Rindata akhirnya meninggal dunia, Rabu, 13 Desember 2017. Jenazah bocah berusia empat tahun itu pun langsung dimakamkan di hari yang sama.

“Gejala awal anak saya sakit tenggorokan, susah menelan, lalu telinga sakit dan ingus terus keluar. Sebelum drop, anak saya gelisah, terus mengigau, sama mamanya juga sudah tidak tahu,” ucap orang tua korban Darmadi.

Dia mengatakan, keluarga sudah berusaha memberikan penanganan yang terbaik dengan merujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan lengkap. “Kami tidak tahu awalnya kalau anak kami mengalami difteri. Namun, sekarang seluruh anak-anak dan masyarakat di sini sudah diimunisasi,” kata Darmadi yang juga seorang perangkat desa di kampungnya.

Sementara pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal mengingatkan, penyakit yang disebabkan bakteri ini rawan menular. Warga khususnya yang mempunyai anak balita, diimbau untuk menjaga kondisi tubuh dan menggunakan masker untuk mencegah penyebaran bakteri melalui udara.
Dinkes juga langsung melakukan penyuntikan vaksin difteri massal untuk mencegah penularan bakteri difteri. Vaksinasi dilakukan kepada anak-anak usia balita yang tinggal di sekitar rumah pasien yang meninggal.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Proyek Aspal Jalan Desa di Kendal Ambyar saat Diremas

57 tahun lalu

Waduh, Kasus Positif Difteri Kembali Ditemukan di Garut

57 tahun lalu

Korban Meninggal akibat Wabah Difteri di Garut Tambah Jadi 9 Orang

57 tahun lalu

Belasan Ribu Anak di Pangatikan Garut Jadi Target Vaksinasi Difteri

57 tahun lalu

KLB Difteri di Garut, Ridwan Kamil: Ada Tokoh Provokasi Masyarakat agar Tidak Imunisasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal