SOLO, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para pemimpin di daerah untuk menjaga kedamaian menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang berlangsung setiap lima tahun.
Presiden Jokowi mengatakan hal itu menanggapi adanya kasus terbunuhnya seseorang diduga akibat berbeda pilihan politik.
"Ini tugas pemimpin-pemimpin di daerah dan semuanya untuk mengingatkan bahwa setiap 5 tahun sekali pasti ada pesta demokrasi," kata Presiden Jokowi, usai menutup Rapat Pimpinan Nasional 2018 Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), di Solo, Jateng, Rabu (28/11/2018).
Jokowi menyebutkan pemilihan umum itu baik pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur maupun pemilihan presiden. "Setiap saya berkomunikasi dengan masyarakat, ke daerah, ke kampung, desa, saya sampaikan jangan sampai karena pilihan bupati, pemilihan wali kota, gubernur, presiden berbeda pilihan, nggak sapa antartetangga, antardesa, antarmajelis taklim, itu kesalahan besar," kata Jokowi.
Presiden mengaku sudah menyampaikan berkali-kali bahwa tidak saling sapa saja tidak benar, apalagi sampai membunuh yang merupakan kekeliruan besar. "Ini tugas pemimpin-pemimpin di daerah dan semuanya untuk mengingatkan bahwa setiap 5 tahun sekali pasti ada pesta demokrasi, baik pemilihan bupati, gubernur, presiden, ini akan ada terus," kata mantan Wali Kota Solo itu.