Gurihnya Kue Lepet, Jajanan Jadul di Pemalang yang Sarat Makna dan Filosofi

Aryanto
Lepet, jajanan jadul di Pemalang yang sarat makna dan filosofi. (Aryantoni)

PEMALANG, iNews.id -  Makanan berbahan pokok beras ketan berbungkus daun kelapa ini sudah familiar bagi masyarakat Jawa, khususnya Pemalang. Bentuk lonjong memanjang diikat tali bambu merupakan ciri khas jajanan bernama kue Lepet ini.

Diolah dengan cara yang sederhana, dari bahan beras ketan dicampur santan kelapa dan garam, dibungkus daun kelapa lalu diikat seperti pocong menggunakan tali dari siratan bambu, kemudian dikukus hingga matang.

Konon, menurut orang Jawa, kue ini melambangkan suatu pengakuan diri bahwa manusia memiliki kelepatan (kesalahan), yang sepatutnya harus disadari untuk meminta maaf jika berbuat salah kepada sesama.

Tak heran, jika kue Lepet ini banyak dihidangkan sebagai suguhan tamu pada momen hari raya Idul Fitri. 

Selain bermakna manusia tempatnya salah, kue ini juga mengandung filosofi, bahwa manusia pada akhirnya akan tebujur kaku dan diikat hal nya pocong (manusia akan mati).

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Baznas Salurkan 50 Ekor Kambing Kurban Dam Haji di Pemalang

57 tahun lalu

Kronologi 2 Pelajar SMA Pemalang Hilang saat Latihan Dayung hingga Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Hilang 2 Hari saat Latihan Dayung, 2 Pelajar Pemalang Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Dihantam Batu Besar Meluncur dari Bukit, Begini Kondisi Rumah Warga di Pemalang

57 tahun lalu

Mengerikan! Batu Raksasa Tiba-Tiba Meluncur dari Bukit Hantam Rumah Warga di Pemalang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal