Fenomena Halo Matahari Hiasi Langit Kudus, Warga Beramai-Ramai Mengabadikannya

Antara
Fenomena Halo Matahari berbentuk cincin terlihat di atas langit dikawasan Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah, Selasa (1/10/2019). (Foto: Antara)

KUDUS, iNews.id - Fenomena halo matahari terlihat di atas langit Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Selasa (1/10/2019). Fenomena halo matahari tersebut mulai terlihat sekitar pukul 12.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB.

Sejumlah warga yang mengetahui fenomena langka tersebut tampak beramai-ramai mengabadikan fenomena alam yang jarang terjadi tersebut.

Beberapa warga juga ada yang mendatangi kompleks Menara Kudus untuk memotret fenomena alam yang tidak setiap saat dijumpai tersebut.

Warga Hadipolo Kudus, Subur mengaku sengaja datang ke Menara Kudus karena mengetahui ada cincin matahari. “Saya sengaja ke sini (Menara Kudus) karena tertarik mengabadikannya dengan kamera video,” katanya.

Hal sama diungkapkan Dian. Warga Pati ini mengaku tertarik mengambil gambar fenomena halo matahari atau orang awam menyebut cincin matahari di sekitar Menara Kudus karena hasilnya dipastikan cukup bagus.

"Kebetulan saya juga jarang menemui fenomena alam tersebut sehingga ketika sedang berada di Kudus langsung teringat Menara Kudus dengan harapan bisa mendapatkan foto dengan tambahan objek Menara Kudus," ujarnya.

Sejumlah pelajar juga tampak membawa kamera mulai dari kamera Hp hingga Digital Single lens Reflex (DSLR) untuk memotret halo matahari tersebut.

Berdasarkan situs BMKG pada September 2018, pernah memuat penjelasan soal fenomena halo matahari berupa bulatan cahaya seperti pelangi yang mengelilingi matahari merupakan fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dikarenakan ada pembiasan sinar matahari oleh awan lapisan tinggi.

Awan yang membiaskan sinar matahari itu biasa disebut awan tipis cirrus yang berada pada ketinggian sekitar 6.000 meter dari permukaan bumi.

Cukup tingginya awan cirrus ini sehingga membentuk partikel yang sangat dingin dan biasanya berwujud kristal es. Awan cirrus yang sangat dingin inilah yang membiaskan cahaya matahari sehingga membentuk seperti cincin yang melingkari matahari.

Fenomena ini merupakan peristiwa biasa seperti halnya pelangi dan bukan pertanda bencana, seperti gempa atau lainnya.

Karena itu, masyarakat tidak perlu panik atau terpengaruh dengan mitos atau informasi yang bisa menyesatkan terkait fenomena itu. Biasanya kalau sudah beberapa saat setelah matahari bersinar dan memanaskan partikel air yang super dingin di awan cirrus, maka fenomena itu akan hilang.

Fenomena halo jarang muncul di daerah tropis, namun di belahan bumi lain seperti di Eropa peristiwa itu sering terjadi.

Halo, selain terjadi dalam bentuk lingkaran penuh dengan bagian pinggir berbingkai warna pelangi, juga bisa berwujud setengah lingkaran dengan pusat pada cahaya matahari.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Retakan Tanah di Nagekeo, Kosmas Lawa Bagho Dorong Penanganan Berbasis Kajian Ilmiah

57 tahun lalu

Kenapa Bulan Berwarna Merah Malam Ini? BMKG Ungkap Proses Ilmiah Gerhana Bulan Total

57 tahun lalu

5 Tempat Wisata di Karanganyar yang Lagi Hits dan Wajib Dikunjungi

57 tahun lalu

Viral Air Laut 2 Warna di Pantai Baron Gunungkidul, Netizen Heboh!

57 tahun lalu

Tanah Bergerak di Jateng, Puluhan Rumah Warga di Banyumas dan Purbalingga Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal